
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Dalam memperingati Hari Penglihatan Sedunia yang jatuh 13 Oktober 2022, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Kesehatan (Dikes) melaunching vision center yang berlokasi di Puskesmas Kayangan Kecamatan Kayangan, Kamis (13/10).
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten I Setda Lombok Utara Raden Nurjati, Sekretaris Dinas Kesehatan H. Shofan Ardianto, hingga Direktur RSUD Lombok Utara drg. I Made Suasa.
Asisten I Setda Lombok Utara Raden Nurjati mengungkapkan, dipilihnya puskesmas tersebut sebagai vision center lantaran letak geografis yang dianggap strategis. Masyarakat yang notabene berada di wilayah timur tak usah jauh untuk memeriksakan mata. Kendati dalam pemeriksaan itu hanya mencakup penjaringan belum bisa mengarah pada pengobatan. Sebab masih banyak kekurangan yang belum dilengkapi mengingat peralatan pun SDM yang harus disediakan oleh dinas terkait.
“Kenapa di sini karena secara geografis sangat strategis ketimbang puskesmas lain. Supaya gampang masyarakat kita yang di timur, tapi di sini hanya penjaringan belum bisa layani operasi secara langsung karena peralatan kami masih standar,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan mengenai penyakit mata ini cukup beragam. Maka itu screening yang sudah dilakukan belakangan oleh dinas merupakan identifikasi pertama apa yang diderita oleh masyarakat. Dari target 40 persen yang dilakukan screening dinas tercatat sudah tercapai lebih yaitu bahkan persentasenya sekitar 111 persen. Hal ini kemudian akan ditindaklanjuti sebab dari hasil itu menguap sekitar 659 kasus masyarakat mengidap penyakit katarak. Untuk tindaklanjut pengobatan kedepan akan mengandeng berbagai organisasi.
“Kita akan kerjasama dengan berbagai organisasi akan dilakukan pengobatan, terkait dengan masalah katarak ini. Termasuk dengan memberikan bantuan kacamata itu kita juga sasar,” tandas Nurjati.
Sementara itu, Sekdis Kesehatan Lombok Utara H. Shofan Ardianto menjelaskan, launching vision center ini untuk menangani pasien terkait keluhan mata di Lombok Utara secara umum. Dipusatkan di Kayangan karena dua kecamatan itu termasuk Kecamatan Bayan diidentifikasi banyak masyarakat mengidap katarak.
Ke depannya vision center akan menjadi rujukan mata diwilayah timur, pendataan mengenai penyakit itu sudah dilakukan oleh pihaknya dengan turun langsung ke dusun-dusun setempat dengan mengandeng puskesmas di mana pada data September 2022 tercatat ada 659 kasus katarak dari 102.000 orang yang sudah dilakukan screening.
“Target screening kita 90 ribu orang tapi yang sudah kita sasar bahkan lebih mencapai ratusan ribu orang. Ini cukup tinggi kedepan kami akan terus tindaklanjuti,” terangnya.
Untuk di RSUD Lombok Utara mengenai pengobatan penyakit katarak, dirasa masih belum maksimal lantaran dokter spesialis untuk mata di sana jumlahnya tidak banyak. Demikian dengan keterbatasan mereka piur hanya mampu menangani setidaknya 20 kasus dalam sebulan. Jika dibandingkan dengan hasil temuan yang mencapai 600 kasus lebih tentu penanganan masih sangat tinggi.
Oleh sebab itu, tahun depan dikes berencana melakukan pengobatan gratis dengan mengandeng Persatuan Ahli Dokter Matara Indonesia.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Ada dokter spesialis mata kami di rsud tapi jauh dari kata maksimal karena memiliki kemampuan 20 kasus perbulan. Banyak keluhan rata-rata kelainan reflaksi pada anak sekolah kita, mudahan dengan adanya vision center ini jadi tempat untuk masyarakat datang ke puskesmas,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






