Bupati Lotim HM Sukiman Azmy saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid I'anatus Sholihin, Dusun Kedondong, Desa Kota Raja, Kecamatan Sikur. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy mengingatkan agar tidak ada lagi pernikahan dini yang terjadi di Lombok Timur. Hal itu sesuai dengan UU Nomor 16 tahun 2019 yang berlaku sejak 15 Oktober 2019 lalu, yang mengatur batas usia minimal untuk menikah yakni 19 tahun, baik perempuan maupun laki-laki.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

“Negara melarang pernikahan dini karena akan berisiko bagi ibu maupun anak yang akan dilahirkan,” ungkapnya di depan jemaah yang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid I’anatus Sholihin, Dusun Kedondong, Desa Kota Raja, Kecamatan Sikur, Kamis (13/10).

Kata dia, pernikahan dini dapat mengakibatkan anak yang terlahir mengalami gizi buruk, gagal tumbuh, kematian ibu dan anak, masalah ekonomi dan berbagai masalah lainnya.

Dalam kesempatan tersebut pula, Bupati mengingatkan sebuah pesan terakhir Rasulullah adalah Ummati yang artinya umatku. Hal itu karena kecintaan kepada umatnya, sehingga selalu menjadi prioritas.

“Karena itu mari kita semua untuk tetap bersalawat dan mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW,” ajaknya.

Kata dia, semua tempat di Lotim dapat dirasakan suasa Maulid Nabi Muhammad SAW mulai dari dusun, desa, dan kota. Peringatannya dilaksanakan dengan atusiasme yang luar biasa oleh masyarakat Lotim dengan menyajikan beragam hidangan untuk jemaah dan tamu yang hadir.

Perayaan tersebut menurutnya menandakan bahwa masyarakat Lotim yang sejahtera. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk tetap terus bersyukur dengan nikmat kesehatan, nikmat rezeki yang diberikan dengan cara terus memupuk iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Di akhir hayatnya Baginda Nabi Muhammad SAW beliau berpesan agar tidak meninggalkan shalat, juga menghormati wanita termasuk anak perempuan,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here