Ketua Dewan Kesenian Lotim, Aswan Kailani. FOTO SUPARDI/ GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dewan Kesenian Lombok Timur akan menggandeng semua tokoh kesenian untuk meyelamatkan sejumlah kesenian Sasak, khususnya Lotim yang dinilai sudah banyak terkontaminasi oleh budaya barat.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Ketua Dewan Kesenian Lombok Timur, Aswan Kailani mengatakan, kesenian di Lombok saat ini sudah banyak yang terkontaminasi budaya barat. Salah satunya ialah kesenian Kecimol (Orkes jalanan) yang kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan kerap menimbulkan konflik antar masyarakat.

“Terbentuknya dewan kesenian ini karena adanya keresahan-keresahan yang ada di masyarakat terhadap kesenian yang saat ini sudah banyak terkontaminasi oleh budaya barat,” ungkapnya saat ditemui seusai dilantik menjadi Ketua Dewan Kesenian Lotim, Selasa (18/10).

Dengan terkontaminasinya sejumlah kesenian ini menurutnya juga berpengaruh terhadap pemikiran masyarakat dan mengabaikan realita yang terjadi. Sehingga ia menilai hal itu sangat perlu untuk diselamtakan agar nilai-nilai dari suatu kesenian itu tidak hilang.

Kata dia kesenian merupakan identitas dari masing-masing daerah. Ketika nilai-nilai kesenin sudah berubah secara otomatis juga akan berpengaruh terhadap identitas daerah itu sendiri.

“Tradisi ini harus kita selamatkan karena ini sangat holistik sekali, secara nilai itu akan mempengaruhi identitas daerah, banyak juga tradisi-tradisi yang menjadi harapkan untuk kita selamatkan agar keresahan-keresahan itu bisa kita minimalisir melalui program yang sudah kami rancang,” ungkapnya

Di lain sisi, dirinya selaku seniman sangat tidak terima jika suatu alat musik atau kesenin itu disalahkan sebagai sumber konflik dan keresahan masyarakat.

“Ketika kita berbicara pada keresahan kepada kelompok musik tentunya kita berbicara siapa yang memainkannya, dimana ia memainkan dan seperti apa ia memainkan, musik itu sebenernya sesuatu yang indah,” ungkapnya.

Berangkat dari penomena saat ini, kata dia, pihaknya akan merangkul semua seniman, pemamin musik dan masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait kesenian musik agar nilai-nilai dalam kesenian itu tidak berubah.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Selain kesenian musik, pihaknya juga akan mengakat dan melestarikan dan berusaha mengeksistensikan kesenin-kesenin Lombok yang saat ini sudah mulai tergerus oleh zaman. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here