Penandatanganan MoU antara Pemprov NTB dengan PT. Atra Begawan Nusantara di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin malam (14/11). FOTO LALU HABIB FADLI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Pemprov NTB menandatangani MoU dengan PT. Atra Begawan Nusantara dalam pengelolaan Rumah Potong Hewan (RPH) Banyumulek, yang berada di Kabupaten Lombok Barat. MoU ini ditandatangani Owner PT. Atra Begawan Nusantara, Mayjen TNI (Purn) Harry Triyono dengan Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin malam (14/11).

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Kerjasama ini sebagai tindak lanjut dari rencana pengembangan RPH Banyumulek yang selama beberapa tahun terakhir belum bisa dikelola maksimal.

“Kita semua berharap, dengan kerjasama ini NTB bisa menjadi sentra ternak nasional,” ujar Harry di depan Gubernur, sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Sebagai perusahaan yang malang melintang di bisnis peternakan, Harry optimistis bahwa pada lima tahun mendatang, NTB bakal menjadi sentra ternak nasional.

“Dua, tiga minggu ke depan kita sudah mulai operasi, sebelum HUT NTB pokoknya. Kita mulai potong 50 ekor dulu perhari,” ujar dia semangat.

Namun di satu sisi, Harry berharap Gubernur sebagai pucuk pimpinan tertinggi di NTB membuat regulasi atau Perda agar kerjasama ini berjalan optimal.

“Kita belajar dengan NTT dan beberapa daerah lain. Jadi setiap kuota yang masuk, itu 60 persen betina. 40 persen sapi jantan. Yang dipotong juga jantan, jangan yang betina. Jadi stok kita tidak akan kekurangan nantinya,” harap mantan Ajudan Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Adapun sapi yang bakal dipotong di RPH yang Banyumulek nantinya, berasal dari Australia dan sebagian Jawa. Sedang untuk proses izin dan lainnya, Harry mengaku sudah tidak ada masalah.

“Yang kita datangkan jenis sapi Limosin dan Simental. Bukan yang sapi bali atau lokal,” jelas dia.

Ditanya soal berapa nilai investasi yang dikeluarkan, Harry enggan menjawab secara pasti.

“Anggap saja tahun depan kita potong 200 ekor perhari. Jika dikali Rp 20 juta perekor, maka kita keluarkan budget Rp 4 miliar perhari,” katanya mengumpamakan.

Sementara Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah sangat bersyukur hadirnya sebuah “Perusahaan Sultan” yang mau berinvestasi di RPH Banyumulek. Sebab dirinya mengakui bahwa industrialisasi di bidang peternakan sangat sulit. Butuh perusahaan yang komitmen dan memiliki modal besar.

“Di RPH ini sudah jatuh berkali-kali. Tapi harus bangkit. Mencari investor yang mengelola RPH itu gak gampang. Butuh keberanian. Dan Alhamdulillah, industrialisasi kita di bidang peternakan bukan hayalan, tapi kini menjadi kenyataan,” ungkapnya bangga.

Dengan keberhasilan kerjasama dengan PT. Atra Begawan Nusantara ini, Gubernur juga mengingatkan agar semua kepala OPD tidak mempersulit investor yang berniat berinvestasi di NTB. Sebab dengan adanya investor, maka ke depan Nusa Tenggara Barat akan Provinsi yang Gemilang.



Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, drh Khairul Akbar menerangkan bahwa dalam kerjasama ini, bukan hanya dalam bidang peternakan saja. Namun juga di bidang pertanian.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Bidang pertanian ini masih dijajaki. Insya Allah ke depan kita teken MoU lagi,” ujarnya. (abi)

Editor: Lalu Habib Fadli

Butir-butir Perjanjian Pemprov NTB dengan PT. Atra Begawan Nusantara:


1. PERJANJIAN SEWA RPH BANYUMULEK ANTARA PEMERINTAH PROVINSI NTB DENGAN PT. ATRA BEGAWAN NUSANTARA BERLAKU SELAMA LIMA TAHUN DAN DAPAT DIPERPANJANG LAGI SESUAI DENGAN KESEPAKATAN PARA PIHAK

2. SEWA YANG DISEPAKATI SEBESAR RP. 99.999.999 (SEMBILAN PULUH SEMBILAN JUTA SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH SEMBILAN RIBU SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH SEMBILAN) PER TAHUN

3. PT. ATRA BEGAWAN NUSANTARA AKAN MELAKUKAN REHAB BERAT/SEDANG/ RINGAN PADA FASILITAS PENDUKUNG RPH BANYUMULEK YANG ADA

4. PT. ATRA BEGAWAN NUSANTARA AKAN MELAKUKAN SERVICE ATAU PENGGANTIAN PERALATAN/MESIN YANG RUSAK ATAU TIDAK BERFUNGSI AGAR RPH BANYUMULEK DAPAT BERFUNGSI DENGAN BAIK.

5. PT. ATRA BEGAWAN NUSANTARA AKAN MENGGUNAKAN RPH BANYUMULEK UNTUK MEMPRODUKSI DAGING SEGAR PANAS (HOT CARCASS), DAGING SEGAR DINGIN (CHILL)/BEKU (FROZEN) JENIS PREMIUM DAN HASIL OLAHAN/TURUNANNYA UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN DAGING LOKAL, REGIONAL MAUPUN NASIONAL.

6. DITAHAP AWAL, PT. ATRA BEGAWAN NUSANTARA AKAN MELAKUKAN PEMOTONGAN ± 50 EKOR SAPI PER HARI DAN PADA SAAT KAPASITAS MAKSIMAL AKAN MELAKUKAN PEMOTONGAN ± 200 EKOR SAPI PER HARI

7. UNTUK MENDUKUNG KEBUTUHAN SAPI POTONG DI RPH BANYUMULEK, PT. ATRA BEGAWAN NUSANTARA AKAN MEMBANGUN PUSAT PERTANIAN TERPADU SEBAGAI TEMPAT MEMPRODUKSI BIBIT SAPI UNGGUL

8. PT. ATRA BEGAWAN NUSANTARA AKAN MEMBANGUN KEMITRAAN DENGAN KELOMPOK TANI TERNAK DAN MASYARAKAT NTB, GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN SAPI POTONG DI RPH BANYUMULEK

9. PADA SAAT KAPASITAS MAKSIMAL (PEMOTONGAN ± 200 EKOR SAPI PER HARI), PT. ATRA BEGAWAN NUSANTARA AKAN MEMBANGUN INDUSTRI PENGOLAHAN DAGING SAPI (BAKSO, SOSIS DAN NUGGET) DI NUSA TENGGARA BARAT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here