Kepala BPKAD Lotim Hasni. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Kapal pelayanan Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Timur bertahun-tahun mangkrak di pantai Tanjung Luar Kecamatan Keruak Lombok Timur di karenakan kondisi kapal yang sudah rusak parah.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Lombok Timur mengaku kondisi kapal tersebut sudah lama tidak beroperasi karena rusak dan saat ini kapal tersebut sudah diserahkan kepada bagian aset Pemkab Lombok Timur untuk di perbaiki atau dilelang.

Terkait hal tersebut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Hasni menegaskan bahwa tidak ada penyerahan aset daerah yang mangkrak ke BPKAD yang ada hanya administrasi proses pelelangan, penghibahan dan proses pemusnahan.

“Tidak ada penyerahan aset yang mangkrak ke BPKAD. Hebat sekali semua yang rusak diserahkan ke BPKAD. Kalau proses pelelangan, proses penghibahan, proses penghapusan dan proses pemusnahan, iya ada di BPKB administrasinya, tapi tetap yang mengakaji pelelangan nya OPD terkait,” ungkap Hasni saat ditemui di Selong, Rabu (23/11).

Ditegaskan Hasni aset daerah yang mangkrak tersebut tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada BPKAD. Namun pihaknya hanya bisa mngurus administrasi pelelangan atau pemusnahan saja.

Kapal pelayanan itu pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat, namun karena biaya pengelolaan yang lebih besar menyebabkan kapal itu tidak beroperasi dan mangkrak.

“Kondisi kapal memang sudah rusak. Tapi Kalau kita pindahkan ketempat yang lain itu membutuhkan biaya yang sangat besar lebih baik di lelang atau dimusnahka,” ungkapnya.

Hasni menyebut jika kapal tersebut diperbaiki akan membutuhkan biaya besar dengan melihat kondisi kapal yang saat ini sudah rusak parah, sehingga ia menyarankan kepada Dishub agar aset daerah tersebut dilelang atau dimusnahkan.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Kita lelang mana bagian yang bisa kita lelang, kita musnahkan mana bagian yang bisa kita musnahkan, kalu kita perbaiki atau pindahkan itu akan butuh biaya banyak,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here