Pelabuhan Bangsal yang akan dijadikan objek penerapan one gate sistem. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan segera menerapkan pola one gate sistem yang berpusat di Pelabuhan Bangsal. Maka dari itu, jelang penerapan yang rencananya terselenggara pada Januari tahun 2023 ini rapat koordinasi di mantapkan. Bertempat di Aula Kantor Bupati pada Rabu (28/12) sejumlah pihak diundang, termasuk pihak Koperasi Karya Bahari (KKB).

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Diungkapkan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, dalam pembahasan tercatat ada tiga poin yang akan diberlakukan. Di antaranya memberikan pengamanan kepada wisatawan, serta mengantisipasi adanya peredaran barang-barang terlarang masuk pulau, dan pemerataan ekonomi. Sehingga Bangsal diproyeksi sebagai lokasi bongkar manakala wisatawan diangkut dari Bali yang hendak menuju ke tiga pulau.

“Kita berusaha bagaimana pelayanan kepada masyarakat kepada wisatawan bisa berjalan sebagaimana kita harapkan. Termasuk bagaimana fastboat dan boat lokal yang ada di tiga gili itu bisa melayani masyarakat dengan baik supaya aman dan nyaman itu sudah kita putuskan,” ujarnya.

Aspek kesejahteraan, lanjut Djohan merupakan bagian terpenting penerapan one gate sistem tersebut. Pasalnya, jika fastboat hanya membawa serta mengangkut penumpang ke tiga gili saja otomatis masyarakat yang memiliki usaha transportasi laut, terlebih yang ada di area Bangsal tidak akan mendapat manfaat dari kedatangan maupun kepergian para wisatawan. Untuk itu daerah mengambil keputusan dibarengi dengan penataan di area Bangsal supaya lebih terkontrol lagi.

“Kita usahakan nanti pertengahan Januari mulai, terus akan dibangun apa yang bisa dibangun di Bangsal. Misalnya rakyat akan ditempatkan lapak supaya nanti wisatawan hadir terbantu dan akan ditempatkan juga petugas khusus untuk tarik retribusi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KKB, H. Sabarudin menyikapi penerapan sistem one gate mengaku akan mendukung penuh keputusan yang diambil Bupati. Selain itu ia juga menyiapkan berbagai kelengkapan menyangkut kapal yang tersedia di sana. Seperti radio komunikasi, life jaket, serta pola pembedaan antara penumpang lokal dan mancanegara. KKB masih dalam tahap penyempurnaan kendati dalam waktu dekat hal itu sudah bisa terpenuhi.

“Sudah dicek kelaikan kapal oleh syahbandar pemenang yang bekerjasama dengan perhubungan provinsi dan kabupaten. Semua sudah layak, dan kita masih lengkapi beberapa seperti perbaikan dan lain-lain,” terangnya.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Yang jelas kita mau khususkan tamu fast boat dari Bali tidak akan kita campurkan dengan barang dan pihak lokal. Tentu ini akan ada perbedaan harga, jadi semua bisa hidup Bangsal pun juga bisa mendapat manfaatnya,” imbuhnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here