GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur meminta kepada seluruh kepala sekolah, untuk menertibkan anak-anak yang bermain lato-lato di sekolah.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, Izuddin menyampaikan, permainan lato-lato merupakan olahraga yang memiliki dampak baik dampak negatif maupun positif. Namun setiap permainan memiliki risiko sendiri.
“Akan tetapi dalam permainan lato-lato harus memenuhi aturan yang benar,” jelas Izuddin kepada media, Kamis (19/1).
Menurutnya, sejatinya permainan lato-lato ini memiliki dampak yang positif. Salah satunya ialah bisa mengurangi kecanduan anak-anak dalam bermain handphone. Selain itu dampak lain dari juga dinilai bisa melatih kreativitas bagi anak-anak.
Di samping itu, dampak negatif yang diakibatkan dari permainan lato-lato ini juga sangat banyak. Seperti bisa mencederai anak-anak dalam jangka waktu yang cukup lama, jika terkena lato-lato.
“Dampak fatal dari permainan ini, bisa mengakibatkan anak buta jika terkena mata dengan lato-lato ini,” terangnya.
Melihat banyaknya dampak negatif dari permainan ini, ia berharap agar seluruh kepala sekolah di Lombok Timur bisa mengarahkan para siswa untuk bisa mengikuti peraturan dalam permainan lato-lato dan tidak boleh menggunakan lato-lato ketika proses belajar.
“Ini yang paling penting anak-anak tidak boleh menggunakan lato-lato ketika belajar. Kalau melarang mungkin kita tidak bisa,” ujarnya.
Kendati demikian, beberapa hari terakhir ini pihaknya juga telah mengadakan lomba Lato-lato. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kreativitas pada anak dan mencegah kecanduan handphone.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Kalau karang kita tidak bisa, tapi kami minta hanya ditertibkan saja. Kalau melarang atau tidak tergantung pihak sekolah, tapi jika dianggap mengganggu maka tidak diperbolehkan,” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







