Pegiat Tilawatil Quran, Muh Khotam Zam Zami. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Salah satu pejabat bidang Diklat Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Lombok Timur mengundurkan diri di tengah gembar-gembornya perlombaan Tilawatil Quran di Lombok Timur.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Mundurnya salah satu koordinator tersebut pun sangat disayangkan oleh para pegiat Tilawatil Quran di Lombok Timur. Salah satunya Ustadz Muh Khotam Zam Zami SH MH. Dia menyampaikan, pada tahun 2022 lalu, Kabupaten Lombok Timur telah sukses menyelenggarakan MTQ tingkat Provinsi NTB. Sehingga hal itu dinilai bisa meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran.

“Lombok Timur sejak dua tahun terkahir ini sangat rutin melakukan lomba MTQ dan STQ. Mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat Desa. Hal ini menurutnya salah satu upaya Pemda Lombok Timur, untuk membumikan Al-Quran dan meningkatkan kecintaan masyarakat khususnya kaum muda terhadap Al-Quran. Makanya dengan adanya koordinator yang mundur ini kami sangat menyangkan,” tuturnya.

Hampir seluruh kecamatan dan desa kata dia, telah berhasil menyelenggarakan MTQ. Sehingga lantunan ayat-ayat Al-Quran selalu terdengar di Lombok Timur dan tingkat partisipasi yang sangat tinggi. Hal Itu menurutnya menandakan bahwa kecintaan masyarakat Lombok Timur terhadap Al-Quran sangat tinggi.

“Dengan banyaknya penyelenggaraan STQ maupun MTQ di tingkat kecamatan bahkan desa itu menandakan bahwa antusias masyarakat Lombok Timur wabil khususnya para generasi muda dan anak kita terhadap Al-Quran ini sangat tinggi dan luar biasa,” ujar dia.

Dengan mengundurkan dirinya salah seorang pengurus LPTQ Lombok Timur ini, menurutnya akan berpengaruh terhadap berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap para pengurus LPTQ tingkat Kabupaten. Hal ini juga berdampak terhadap minat masyarakat dalam mengikuti MTQ dan STQ nantinya di semua tingkatan.

Sebab, kata dia jika kepercayaan masyarakat terhadap LPTQ ini sudah berkurang, maka tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti lomba-lomba MTQ baik dari tingkat Kabupaten sampai desa otomatis akan berkurang.

“Terlebih kan dalam bulan-bulan ini Lombok Timur juga akan menyelenggarakan STQ tingkat Kabupaten, jadi tidak selayaknya mengundurkan diri, nanti masyarakat bisa berpikiran yang tidak-tidak,” sesalnya.

Lebih jauh ia menyampaikan, jika ada masalah di pengurusan seharusnya bisa diselesaikan dengan jalur yang baik-baik tanpa diketahui oleh publik. Sehingga persolan ini tidak membias kemana-mana yang bisa berdampak terhadap menurunnya minat masyarakat dalam berpartisipasi dalam penyelenggaraan STQ maupun MTQ.

“Nanti masyarakat akan mengira bahwa ada apa-apa yang terjadi di tubuh pengurus sehingga itu bisa berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat. Kalau masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap LPTQ, maka mereka tidak akan mau mengikuti lomba-lomba yang ada. Jika tingkat partisipasi sudah berkurang itu artinya minat masyarakat untuk membumikan Al-Quran di Lombok Timur ini menjadi berkurang,” bebernya.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Semestinya jika beliau ingin mengundurkan diri dari jabatannya bisa mengambil langkah administrasi yang berlaku dan kami sangat menyangkan hal itu,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here