Kasubag Pengendalian dan Distribusi Prekonomian Pemkab Lombok Timur Maswan Jayadi. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dalam rangka menekan Inflasi Daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur melalui Tim Penanganan Inflasi terus berupaya menstabilkan harga sejumlah bahan pokok, terutama harga beras.

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

Kasubag Pengendalian dan Distribusi Prekonomian Pemkab Lombok Timur, Maswan Jayadi menyampaikan, setiap pekannya semua daerah akan berkoordinasi dan dipandu oleh Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) untuk pengandalian Inflasi di setiap daerah. Meskipun secara wilayah, Provinsi NTB tidak masuk dalam basis wilayah perhitungan inflasi.

“Kerena daerah kita merupakan penghasil terbesar kebutuhan pokok di Lombok bahkan di NTB ini. Harga-harga bahan pokok ini akan mempengaruhi tingkat inflasi, untuk itu peran kita sangat penting dalam pengendalian inflasi ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi sesuai Rakor bersama Mendagri terkait pengendalin inflasi daerah, Kamis (9/2).

Beberapa pekan ini kata dia, harga beras di Lombok Timur saat ini mengalami kenaikan seharga Rp 12-13 ribu untuk jenis premium atau super. Padahal kata dia, Lombok Timur sendiri merupakan daerah penyumbang beras terbesar bagi NTB. Kenaikan harga ini diperpengaruhi oleh keadaan setok beras Lombok Timur di Bulog.

Untuk memastikan stok beras di Lombok Timur tetap aman beberapa bulan kedepannya, Tim pengendalian inflasi bersama dengan Dinas Ketahan Pangan (DKP) setiap bulan terus melakukan pemantauan ketersedian beras di Bulog.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Untuk stok ini, kami bersama DKP setiap bulan memantau dan mengidentifikasi setok beras yang ada di Bulog. Ini kami lakukan untuk memastikan keterediaan beras kita sampai beberapa bulan ke depan itu aman. Kalau sudah aman stok, kita otomatis harga ini bisa kita setabilkan dan tidak terjadi inflasi,” bebernya.

Selain itu, untuk menekan inflasi ini, Tim Penanganan Inflasi Lombok Timur juga melakukan pemantauan harga sejumlah bahan pokok lainnya, seperti minyak, cabai, bawang merah, dan bawang putih di 13 pasar. Termasuk dengan menggelar melakukan operasi pasar setiap pekannya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here