H Masyhur. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) Lombok Timur meminta Pemerintah Provinsi NTB memepeketat mobilitas sapi dari luar pulau maupun luar Provinsi NTB. Hal ini untuk menghindari adanya virus LSD pada sapi ternak masuk ke NTB khususnya di Lombok Timur.

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Lombok Timur, H Masyhur menyampaikan keberadaan virus ini sangat diantisipasi untuk masuk di NTB, khususnya di Lombok Timur. Sehingga diharapakan Pemprov NTB bisa memperketat jual beli sapi ternak antar pulau dan provinsi.

“Kami harap jangan mudah merekomendasikan sapi luar masuk khusunya dari luar provinsi. Kalau kami di kabupaten menerima saja, tergantung provinsi,” pintanya, Senin (20/2).

Pelaksanaan vaksinasi di Lombok Timur diakuinya terus digalakkan. Hal ini diakui sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi masuk dan terjangkitnya sapi ternak di NTB dari virus baru tersebut. Saat ini pelaksanan vaksinasi sapi ternak di Lombok Timur terus digalakkan dan sudah masuk pada vaksinasi tahap ketiga.

“Vaksinasi tahap ketiga kita jalan terus setiap hari. Semoga target kita cepat selesai sehingga sapi ternak kita bisa terhindar dari virus ini,” ungkapnya.

Sejak beberapa waktu lalu pengiriman sapi dari Sumbawa juga sudah dibuka. Sejauh ini kata dia, sebanyak 700 ekor lebih sapi dari Sumbawa telah masuk ke Lombok Timur. Masuknya sapi dari Sumbawa ini menjadi sumber PAD terbesar bagi Kesawan Lombok Timur.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Disi satu sisi, pihaknya juga mengantisipasi adanya virus baru LSD maupun virus PMK masuk ke Lombok Timur. Untuk itu sapi-sapi Sumbawa yang masuk ke Lombok harus dilengkapi dengan Surat Kesehatan Hewan (SKH) bebas dari PMK dan sudah divaksin.

“Meski sapi Sumbawa sudah masuk tapi harus bisa memenuhi syarat-syarat itu,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here