Sekdis Dinas Perindustrian Lombok Timur. Lalu Alwan Wijaya. FOTO SUPARDI/ GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Pabrik pengolahan porang yang ada di Desa Peringgabaya Utara, Kecamatan Peringgabaya, Lombok Timur dalam waktu dekat mulai beroperasi.

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

“Ditargetkan bulan Juni mendatang sudah mulai beroperasi,” ujar Sekertaris Dinas Perindustrian Lombok Timur, Lalu Alwan Wijaya kepada media, Senin (20/02).

Dia menyampaikan bahwa pembangunan fisik pabrik porang tersebut saat ini sudah rampung. Begitu juga dengan mesinnya juga sudah datang. Hanya tnggal pembuatan fasilitas pendukung lainnya seperti sumur bor dan pemasangan listrik.

“Kalau bangunan fisiknya sekarang sudah finishing lengkap dengan mesinnya,” tutur dia.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan Sumberdaya Manusia (SDM) yang akan mengoperasikan pabrik tersebut sebanyak 30 orang. Baik tenaga yang bertugas mengoperasikan mesin, bagian administrasi sampai yang bertugas untuk memilah porang.

Pabrik ini lanjut dia, dibangun di tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur seluas 5000 meter persegi dengan total anggaran sebesar Rp 9,3 miliar. Dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusu (DAK) fisik Kementerian Perindustrian RI.

“Itu lengkap dengan mesin dan peralatan lainnya yang Rp 9 miliar itu, mesinnya sudah datang,” ucapnya.

Sementara, luas areal tanam Porang yang tersebar di 8 kecamatan di Lombok Timur, diakuinya belum sebanding dengan kemampuan mesin yang bisa menghasilkan sampai 10 ton tepung dalam sehari. Sehingga diakui salah satu kendala ialah ketersedian bahan baku porang.

Diperkirakan pabrik akan bisa berjalan hanya dalam beberapa bulan saja hal itu dikarenakan bahan baku yang masih kurang. Terlebih tanaman porang ini sifatnya tidak terus menerus.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Palingan akan beroperasi 2-3 bulan saja, karena bahan baku porang ini kan bukan barang yang bisa tersedia secara terus menerus sehingga berapa yang tersedia itu yang akan bisa kita proses. Itulah salah satu kendala kita di Perindustrian ini adalah bahan baku,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here