Mamiq Arki saat mengecek kondisi Sapi simental di kandangnya. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Mamiq Arki salah sorang peternak sapi jenis simental warga Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengaku kecewa karena sapi-sapinya yang berukuran jumbo, bahkan lebih besar dari yang dibeli presiden Joko Widodo tahun lalu justru tidak diikutsertakan dalam kontes.

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

“Saya kok ndak diberi informasi, bahkan tidak di undang untuk ikut kontes sapi, padahal saya meyakini sapi-sapi saya bobotnya lebih besar dan kualitasnya pun lebih bagus dari yang juara pada kontes sapi tersebut,” ungkap Mamiq Arki saat ditemui wartawan di peternakannya, Senin (27/03).

Pria 70 tahun itu mengungkapkan, pihaknya tidak mendapatkan informasi bahkan undangan dari panitia kontes sapi yang diselenggarakan di rumah potong di Lombok Barat beberapa waktu lalu, padahal, mamiq Arki meyakini jika sapi-sapinya mengikuti kontes tersebut akan mendapat juara satu.

“Makanya saya heran kenapa saya di tutup-tutupi jika ada kontes, setelah selesai baru saya di kasi tahu,” kesalnya.

Mamiq Arki menegaskan, pada tahun lalu orang nomor satu di indonesia itu memilih sapinya untuk dijadikan hewan qurban, bahkan sapi berbobot 1,4 ton lebih itu dibeli Jokowi dengan harga Rp 150 juta. Sapi jenis simental peranakan Australia seperti sapinya itu memang bernilai fantastis. Selain karena ukuran jumbo hingga mencapai 1,4 ton, sapi ini juga tergolong cantik dan langka, sehingga tidak heran Jokowi memilih sapi simental milik peternak KLU itu sebagai hewan qurban terberat di Indonesia.

“Sampai saat ini, sudah banyak perjalanan saya lakukan dari saya beternak sapi. Bahkan sempat saya mau dibawa ke Hongkong saat saya masih muda dulu untuk membawa sapi yang saya pelihara untuk dijual disana. Namun orang tua saya tidak mengizinkan saya pergi. Maka jadilah saya seperti ini. Mengembangkan peternakan sapi jenis simental yang terkenal berukuran jumbo,” beber pria paro baya itu.

Mamiq Arki merasa sedih. Sebab dengan tidak ikut sertaanya dalam kontes justru khawatir sapi miliknya enggan dipilih oleh Presiden untuk hewan qurban seperti tahun sebelumnya. Pihaknya berharap, supaya pemerintah berkenan datang ke peternakannya untuk melihat secara langsung sapi sapi simental miliknya.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Saya sangat berharap Pak Presiden mau datang langsung ke peternakan kami di Lombok Utara, bahkan sapi yang saat ini saya punya lebih besar bobotnya dibandingkan dengan yang dibeli Pak Jokowi tahun lalu,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here