Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur Izuddin. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur mendorong agar guru-guru penggerak diangkat menjadi Kepala Sekolah (Kepsek). Hal itu dikarenakan guru penggerak ini memiliki spesifikasi khusus dibandingkan dengan guru lainnya.

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur Izuddin menyampaikan, bahwa sebelumnya pengangkatan guru penggerak ini telah melalui prosess Diklat yang dilakukan selama 8 bulan. Sehingga lebih efesien dan masif ketika guru-guru penggerak menjadi kepala sekolah.

“Praktek baik yang telah mereka terima selama 8 bulan itu tentu akan berimbas terhadap satuan pendidikan,” ujarnya, Selasa (28/03).

Ia menyebut jika nanti program sekolah penggerak ini dihentikan pemerintah pusat karena keterbatasan anggaran, maka progres ini tidak lenyap begitu saja ketika guru penggerak disebar di semua satuan pendidikan untuk diangkat sebagai kepala sekolah.

Terkait hal itu pengangkatan guru pentak menjadi kepala sekolah ini, kata dia telah diusulkan ke Bupati Lombok Timur supaya kepala sekolah yang purnama tugas nantinya akan diisi oleh guru penggerak.

“Maka apa yang telah mereka dapatkan dalam Diklat selama 8 bulan lebih itu bisa mereka aplikasikan di sekolah tempat ditugaskan nanti,” imbuhnya.

Keberadaan guru penggerak ini lanjut dia, merupakan suatu keuntungan bagi dunia pendidikan di Lombok Timur jika itu bisa diberdayakan dengan sebaik mungkin. Para guru penggerak ini nantinya, akan menjadi mentor dan pelatih bagi guru lain sesuai dengan pengalaman yang telah didapatkan.

Sementara berkaitan dengan program sekolah penggerak sendiri, di Lombok Timur jumlah sekitar 200 sekolah penggerak. Soal akan dilakukan penambahan, pihaknya akan menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Kalau pemerintah pusat mengalokasikan anggaran, maka kita akan usulkan kembali. Sekolah penggerak ini kan beda dengan sekolah biasa,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here