GerbangIndonesia, Lotim – Sejumlah jalan kabupaten yang kondisinya rusak parah di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2023 ini tidak bisa ditangani. Hal itu karena terbentur dengan anggaran. Salah satunya adalah jalan di Desa Jenggik Utara, Kecamatan Terara, yang beberapa waktu lalu diprotes warga dengan ditanami pohon pisang.
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Lalu Kurnia Darmawan mengatakan bahwa penanganan jalan di Desa Jenggik Utara belum dapat direalisasikan tahun ini. Mengingat tingkat kerusakan lebih dari 10 persen, sehingga harus dilakukan peningkatan.
“Jalan itu sudah diusulkan untuk dilakukan perbaikan. Akan tetapi anggarannya yang belum ada,” terangnya kepada media, Kamis (30/03).
Disebutnya, pada tahun ini Lombok Timur tidak mendapat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk peningkatan jalan. Akan tetapi hanya mendapatkan anggaran untuk pemeliharaan jalan hanya sebesar Rp 4 miliar lebih yang telah dialokasikan dalam APBD 2023.
Sementara itu kata dia, untuk penanganan jalan yang membutuhkan perbaikan atau pemeliharaan di Lombok Timur, nantinya akan dilihat dari jenis dan tingkat kerusakannya.
“Ada kriteria untuk penanganan jalan ini sehingga kami harus menangani sesuai dengan skala prioritas,” cetusnya.
Jika dibandingkan dengan anggaran yang tersedia lanjut Lalu Kurnia, jumlah jalan yang perlu mendapat penanganan masih jauh dari harapan. Rasionya 10 persen dari total jalan yang ada.
Sedang untuk Kabupaten Lotim kata Lalu Kurnia, ada sekitar 1.800 Km lebih. Itu artinya, hampir 200 Km yang harus ditangani. Jika dikonversikan dengan nilai dana anggaran, maka setiap kilometernya untuk jalan hotmix membutuhkan sekitar Rp 2,5 sampai Rp 3 miliar per-Km.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Untuk penanganan semua jalan yang kondisinya rusak parah ini membutuhkan anggaran yang cukup besar hingga ratusan miliar,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







