Gerbangindonesia, Lombok Utara – Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lombok Utara PT. Tata Tunaq Berkah diketahui sudah mengajukan surat pengunduran diri. Pengunduran diri yang terkesan tiba-tiba itu, akan ditindaklnajuti oleh DPRD dengan memanggil semua pihak tak terkecuali si Direktur yaitu Hesty Rahayu. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPRD Lombok Utara Artadi, Jumat (31/3).
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
Menurutnya, pihaknya ingin mengetahui persoalan yang terjadi sebab lantaran BUMD dirasa belum memberikan kontribusi kepada daerah, padahal pemda sudah memberikan anggaran penyertaan modal namun kali ini justru Direktur memilih untuk mundur. Hal ini menyebabkan kecurigaan ditubuh lembaga legislatif untuk mengurai benang merah pokok masalah supaya anggaran yang sudah digelontorkan tidak dirasa sia-sia.
“Pimpinan DPRD meminta Komisi II DPRD untuk segera mengundang Dirut BUMD. Kita meminta penjelasan apa alasan mengundurkan diri dari Dirut tersebut. Ini kok tiba-tiba mundur tentu ada alasannya,” ungkapnya.
Dijelaskan Politisi Gerindra itu, belakangan perusahan daerah ini baru saja di bentuk tentu pihaknya menginginkan bagaimana supaya memberikan kontribusi kepada daerah, karena daerah juga pernah memberikan penyertaan modal yang nilainya ditaksir kurang lebih Rp 1 miliar. Pihaknya menyayangkan sikap direktur yang memilih mundur, terlebih beberapa waktu lalu BUMD telah bekerjasama dengan sejumlah hotel untuk memasarkan produk lokal.
“Apalagi saat ini kita dengar BUMD ini sudah melakukan kerja sama dengan sebagian hotel yakni bahan makanan berupa beras termasuk juga prodak lokal masyarakat sudah di kirim ke beberapa hotel oleh BUMD ini,” jelasnya.
“Kalau memang kendala karena anggaran kenapa tidak di sampaikan ke pemerintah daerah yang nantinya kami juga akan kaji lagi, seperti apa rencana usaha atau kegiatan yang dilakukan supaya kita berikan lagi anggarannya,” imbuhnya.
Terlepas daripada itu, Artadi menilai jika BUMD ini belum maksimal kegiatannya ini apakah karena modal yang kurang atau entah konsep bisnis yang salah ia tak bisa memastikan. Maka dari itu, dipanggilnya seluruh pihak untuk mengklarifikasi terkait persoalan yang muncul ditubuh BUMD tersebut. Ia mengaku dalam waktu dekat surat pemanggilan akan segara dilayangkan.
“Kantornya saja sampai hari ini kita belum tahu dimana kantornya BUMD ini. Sayang sekali kita sudah bentuk BUMD tetapi belum ada hasilnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Untuk diketahui, Hesty Rahayu mengajukan surat pengunduran diri pada tanggal 20 Maret 2023. Dalam surat yang ditujukan kepada Bupati Lombok Utara tersebut, pihaknya berasalan lantaran masa tugasnya sudah berakhir pada tahun ini dan telah disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 17 Maret 2023.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







