GerbangIndonesia, Lombok Timur – Persoalan etika bukan hanya domain dunia nyata. Dunia digital juga mengharuskan penggunanya memiliki serangkaian norma, pedoman, aturan dan acuan tata cara untuk melakukan perbuatan sehari-hari. Tanpa etika, seseorang tidak dapat mengetahui batasan baik buruknya perilaku yang dilakukan.
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
Mengupas persoalan etika digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital untuk komunitas pendidikan di Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu (8/4) pagi, pukul 10.00 WITA.
Diskusi virtual dengan tema ”Etika Pelajar di Dunia Digital” itu menghadirkan narasumber: Kepala Balai Teknologi Informasi dan Data Pendidikan Dikbud NTB Agus Siswoaji Utomo, Kepala Kantor Cabang Dinas Dikbud Lombok Timur H. Martua Hamonangan Nasution, influencer Tenny Clemenstine selaku key opinion leader, dan Fitta Mamita sebagai moderator.
”Diskusi ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mendaftar ke link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra0804. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Jumat (7/4).
Kemenkominfo menjelaskan, berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan instansinya bersama Katadata Insight Center pada 2021, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masuk dalam kategori ”sedang”.
”Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46,” tulis Kemenkominfo.
Webinar literasi digital di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat (komunitas) menuju Indonesia #MakinCakapDigital. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada 2024,” tambah Kemenkominfo.
Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menegaskan, warga digital akan menghadapi banyak tantangan dalam dunia digital. Salah satunya adalah hoaks atau berita bohong yang sudah banyak beredar di media sosial.
”Ada juga penipuan, perundungan, ujaran kebencian, perjudian, sampai pornografi. Tapi di balik itu semua, ruang digital memberikan peluang bagi kita untuk meningkatkan kreativitas,” jelas Kemenkominfo.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Program IMCD selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Skor tertinggi indeks literasi digital Indonesia diraih pilar budaya digital dengan skor 3.90.
”Diikuti etika digital dengan skor sebesar 3.53 dan kecakapan digital sebesar 3.44. Keamanan digital mendapat skor terendah, 3.10 atau sedikit di atas sedang,” urai Kemenkominfo.
Kecakapan digital menjadi penting karena, menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social, pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 telah mencapai 220 juta orang. ”Padahal, pada 2019, jumlah itu tak lebih dari 175 juta orang,” jelasnya.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







