Webinar Gelaran Kemenkominfo di NTB, Bahas Etika Pelajar di Dunia Digital. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lombok Timur – Etika di ranah digital harus dipahami dan dilaksanakan oleh semua warganet. Tidak terkecuali, kalangan muda usia dan terutama para pelajar. Untuk memberikan bekal terkait hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama sejumlah komunitas pemuda Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menggelar webinar literasi digital, Selasa (11/4) mulai pukul 10.00 WITA.

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

Mengupas topik ”Etika Pelajar di Dunia Digital”, diskusi daring ini akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Kantor Cabang Dinas DikBud Lombok Timur Martua Hamonangan Nasurtion, yang akan berbagi ilmu dari perspektif etika digital; Kepala Balai Teknologi Informasi dan Data Pendidikan Dikbud NTB Agus Siswoaji Utomo, yang membahas dari sudut pandang budaya digital, dan musisi Rio Alief yang berbagi pengalaman seputar keamanan digital, serta dipandu oleh moderator Anissa Rillia.

”Webinar ini digelar gratis. Ayo, pelajar dan masyarakat umum silakan bergabung dengan cara mendaftar ke link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra1104. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Senin (10/4).

Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, kegiatan belajar di dunia digital buat pelajar era milenial dapat dilakukan dengan mudah. Sumber literasi dapat diakses dengan cepat dan sangat luas, bahkan tanpa batas, hanya dengan genggaman jemari.

”Namun, tetap ada aturan dan etika menyangkut tata krama belajar di ruang digital yang mesti dipahami oleh para pelajar. Di antaranya menyangkut etika dan hak karya tulis orang lain yang mesti dihormati,” sebut Kemenkominfo. Salah mengambil sumber literasi, lanjut Kemenkominfo, bukan hanya menyesatkan secara ilmiah. Tapi bisa memunculkan masalah hukum dalam proses belajar.

Kemenkominfo menambahkan, webinar literasi digital di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya pihaknya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia #MakinCakapDigital. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024,” urainya.

Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.

Program IMCD selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Skor tertinggi indeks literasi digital Indonesia diraih pilar budaya digital dengan skor 3.90.

”Diikuti etika digital dengan skor sebesar 3.53 dan kecakapan digital sebesar 3.44. Keamanan digital mendapat skor terendah, 3.10 atau sedikit di atas sedang,” tulis Kemenkominfo.

Program IMCD diperlukan, karena berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social, pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 sudah mencapai 220 juta orang. ”Padahal, pada 2019, jumlah itu tidak lebih dari 175 juta orang,” jelasnya.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (*)


Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here