Bupati H. Djohan Sjamsu (baju merah) saat melakukan sidak di Pasar Tanjung memantau kondisi harga. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjung, Selasa (11/4). Sidak bersama sejumlah Kepala OPD serta Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmanta itu, untuk memastikan harga bahan pokok stabil terlebih saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 hijriyah. Dalam sidak itu, Djohan mendapat banyak temuan pun keluh kesah para pedagang.

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

Ditemui usai sidak, Bupati H. Djohan Sjamsu mengungkapkan dari temuan rupanya harga kebutuhan pokok cenderung stabil. Nyaris tidak ada kenaikan yang signifikan pun penurunan harga yang drastis, kendati ada kenaikan jumlahnya tidak terlalu tinggi dan dirasa masih dalam harga yang cukup wajar. Pihaknya mengantisipasi manakala ada kenaikan dengan intens mengecek kondisi perkembangan harga serta menggelar operasi pasar murah melalui Disperindagkop dan UKM.

“Ini dalam rangka kita cek perkembangan harga karena ini bulan puasa tentu ada plus minusnya ada yang naik dan turun. Tadi kita temukan kenaikan harga tapi tidak terlalu tinggi,” ungkapnya.

Pihaknya mengharapkan supaya kondisi komoditi tersebut tetap stabil, sehingga daya beli masyarakat juga semakin bagus. Menyikapi dengan adanya keluhan para pedagang di Pasar Tanjung, Politisi PKB menuturkan pemkab masih melakukan pengajuan anggaran ke pusat untuk merevitalisasi objek pusat transaksi jual beli tersebut. Hanya saja, disetujui atau belum ini yang masih ditunggu.

“Keluhan pedagang tadi terkait kondisi pasar, ya kita perbaiki kita usulkan ke pusat. Karena kalau hujan jalannya sering becek, jadi mudahan ini bisa segera disetujui pusat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM KLU, H. Haris Nurdin menjelaskan pihaknya terus melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok disemua pasar. Pengecekan tersebut dilakukan setiap hari dengan menghitung nominal perkomoditi. Dari temuan itu, dirinya mengatakan kenaikan harga tidak signifikan dan cenderung stabil. Salah satunya berdasarkan data dinas, seperti harga beras kualitas mediun di Pasar Tanjung senilai Rp 10.300 perkilo pada minggu pertama. Namun di minggu kedua harga mengalami kenaikan jadi Rp 10.650 perkilo.

“Secara umum masih stabil beras naik hanya seribu ndak sampai lima ribu. Begitu juga komoditi yang lain, ya masih terkontrol lah,” jelasnya.

Harga bahan pokok lain yang mengalami kenaikan, seperti daging ayam broiler seharga Rp 38.650 perkilo harga ini masih sama jika dibanding minggu pertama. Selanjutnya seperti harga cabe merah besar di Pasar Tanjung perkilo dihargai Rp 40.000 namun harga tersebut mengalami penurunan di minggu kedua menjadi Rp 33.300 perkilo.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Untuk mengatasi inflasi itu kita juga gelar pasar murah yang sudah berlangsung 6 hari sejak tanggal 3 April kemarin. Hari ini kita gelar di Pasar Kayangan dan Bayan, ini terus berlangsung sampai tanggal 13 April mendatang,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here