GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 20 warga Kecamatan Terara dilarikan ke Puskesmas Terara, Minggu (14/05/2023). Puluhan warga tersebut diduga mengalami keracunan olahan makanan rumput laut.
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
“Sampai hari ini sudah 20 orang yang telah dilaporkan mengalami keracunan makanan olahan rumput laut dan satu orang meninggal dunia,” ujar Kabid P3KL Dikes Lombok Timur Budiman Satriadi saat ditemui di ruangannya, Senin (15/05).
Korban-korban yang diduga keracunan makanan ini rata-rata mengalami gejala muntah-muntah dan sakit perut. Akan tetapi sejauh ini Dikes Lotim belum bisa memastikan apakah korban betul-betul keracunan makanan atau disebabkan oleh ada makanan lain.
Sejak adanya laporan tersebut, Dikes Lombok Timur sudah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium Balkes provinsi NTB, untuk melihat kandungan dan mengetahui penyebab korban keracunan.
“Sejak adanya laporan itu kami langsung mengambil sampel kemudian kami bawa Laboratorium Balkes NTB untuk diuji, nanti dari sana kita bisa simpulkan apakah korban ini keracunan karena olahan rumput lautnya atau karena sambelnya, kita tunggu dulu hasilnya seperti apa,” jelasnya.
Saat ini kata dia, Dikes Lombok Timur sudah menghimbau bagi para pedagang baik yang di pasar maupun pedangan sayur keliling untuk tidak menjual lagi makanan tersebut.
Sedangkan korban yang meninggal dunia tersebut sudah berumur 60 tahun dan diketahui memiliki riwayat penyakit Asma dan Diabetes.
“Untuk itu kami juga belum berani pastikan kalu korban meninggal karena keracunan. Tapi sejak korban memakan makanan itu langsung sakit dan dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
Oleh sebab itu dia mengimbau bagi masyarakat untuk tidak dulu memakan makanan olahan tersebut untuk mengantisipasi adanya korban lagi, meski hasil sampel sampai saat ini belum keluar. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli








