Pertemuan bersama seluruh pimpinan Pondok Pesantren di Lombok Timur. FOTO IST/GERBANG INDONESIA




GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy meminta agar kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh oknum pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Sikur segera diusut tuntas.

Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..

Hal itu disampaikannya saat menggelar pertemuan dengan Pimpinan Pondok Pesantren se-Lombok Timur bersama Kapolres Lombok Timur, Kajari dan Kemenag Lombok Timur.

“Kami berharap kasus ini bisa diusut tuntas secepatnya dan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ungkapnya, Selasa (23/05).

Dirinya mengaku miris melihat tokoh yang seharusnya menjadi panutan justru malah berprilaku amoral. Untuk itu ia meminta Kapolres Lombok Timur untuk menjelaskan sejauh mana proses hukum terhadap para pelaku kekerasan seksual saat ini.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Hery Indra Cahyono membenarkan terjadinya kasus pelecehan seksual di salah satu Ponpes di Lombok Timur tersebut. Saat ini kasus ini telah ditangani dan sudah melakukan visum et repertum dan terbukti.

“Kasusnya sudah kami tangani, kami juga sudah melakukan visum dan terbukti, pelaku saat ini sedang menjalani peroses hukum, di NTB saat ini ada lima kasus serupa yang terjadi tiga kasus terjadi di Lombok Timur,” ujarnya.

Kasus kekerasan seksual ini murni kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh oknum pimpinan pondok pesantren dan tidak ada kaitannya dengan aliran sesat atau lainnya seperti yang beredar ditengah masyarakat.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Evi Laila Kholis juga sangat menyangkan tindakan tersebut. Padahal Lombok Timur dikenal dengan daerah yang agamis dan taat dalam beribadah. Ia berharap Lombok Timur bisa menciptakan Ponpes yang memiliki ruang pembelajaran yang aman bagi santri.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

“Dengan adanya kerja sama penandatanganan kesepakatan bersama antara masing-masing pimpinan Ponpes dan Pemkab Lombok Timur diharapkan menjadi langkah untuk mencegah timbulnya tindak asusila di Lombok Timur dan sebagai bentuk perlindungan dan keberpihakan terhadap para santri,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here