GerbangIndonesia, Lotim – Dengan diresmikannya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selaparang di Kecamatan Suela, membuat jumlah RSUD milik pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur bertambah menjadi empat unit.
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menyampaikan dengan diresmikannya RSUD Selaparang ini diharapkan dapat mengejar rasio ideal jumlah tempat tidur sesuai standar WHO, yang saat ini berada di angka 70,8 persen.
“Dengan bertambahnya jumlah RSUD ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat juga dapat memberdayakan tenaga kesehatan yang dihasilkan institusi pendidikan yang jumlahnya terus bertambah,” ungkapnya, saat meresmikan RSUD Selaparang di Suela, Rabu (24/05).
Ia menyebut RSUD tersebut masih membutuhkan penambahan alat, sumber daya manusia, termasuk fisik bangunan RSUD tersebut yang diharapkan dapat ditambah lagi di tahun-tahun mendatang.
Dengan masih banyaknya keterbatasan di RSUD ini, ia meminta kepada Direktur RSUD Selaparang dan seluruh jajaran untuk tidak putus berkoordinasi, berkonsultasi, serta berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait. Mulai dari Pustu hingga Dinas Kesehatan Kabupaten maupun Provinsi untuk pelayanan kepada masyarakat dan kemajuan RSUD Selaparang.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Pathurahman menyampaikan usai peresmian pelayanan RSUD Selaparang ini, masih ada beberapa tahapan yang masih harus ditempuh seperti registrasi Kementerian Kesehatan, kerja sama dengan BPJS Kesehatan, akreditasi dan pembentukan BLUD untuk kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kelas dan pengembangan.
“Salah satu tantangan keberadaan RSUD ini adalah terbatasnya jumlah dokter spesialis. Kami berharap kerja sama yang baik dengan Pemerintah Provinsi NTB dapat mengatasi persoalan kekurangan dokter spesialis ini,” ujarnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
Adapun RSUD ini dibangun di area seluas 2 hektare dengan dana Rp 64 miliar. Dana tersebut untuk fisik bangunan dua lantai seluas 46.000 meter² sebesar Rp 41 miliar dan untuk pengadaan alkes dan sarana prasarana sebesar Rp 23 miliar. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli








