Warga Aikmel saat melakukan demonstrasi di Kantor Desa Aikmel. FOTO IST/GERBANG INDONESIA




GerbangIndonesia, Lotim – Ratusan warga Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel kembali melakukan aksi demonstrasi di kantor desa setempat, Rabu (23/05). Aksi ini merupakan aksi kedua kali yang dilakukan warga untuk mendesak kepala desa mundur dari jabatannya dan menuntut transparansi penggunaan Dana Desa (DD).

Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..

Meski mendapatkan penjagaan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP, aksi demontrasi kali ini berujung ricuh karena warga ngotot ingin masuk ke kantor desa. Sehingga bentrokan antar warga dengan aparat tidak bisa dicegah. Warga sempat melempar kantor desa menggunakan botol gelas dan batu, sehingga aparat langsung membubarkan warga yang melakukan aksi tersebut.

Salah seorang perwakilan warga, Solihin menyampaikan bahwa aksi demontrasi untuk menuntut janji politik sang Kades. Mengingat sejauh ini warga menilai tidak ada satupun janji yang dipenuhi, diantaranya ialah menjanjikan masyarakat untuk digratiskan air PAMDes.

“Janji yang lain ialah jalan-jalan akan diperbaiki namun buktinya tidak kunjung diperbaiki. Air PAMDes yang dijanjikan gratis juga nyatanya dibayar,” sesalnya.

Selain itu, warga juga mempertanyakan arah penggunaan anggaran desa dengan yang didapatkan dari hasil sewa sejumlah aset desa. Baik itu anggaran desa yang didapatkan dari sewa tanah pecatu dengan nilai sekitar Rp 100 juta lebih, anggaran BUMDes sekitar Rp 200 juta lebih termasuk juga uang dari sewa Pemandian Pesanggarahan sekitar Rp 80 juta.

Semua uang tersebut disebutnya tidak pernah masuk ke rekening desa dan banyak aset desa yang telah digadaikan, akan tetapi tidak jelas uangnya kemana. Bahkan BPD setempat disebut juga tidak tau arah penggunaan uang tersebut.

Massa aksi meminta agar pemerintah desa bersikap jujur dalam mengelola anggaran yang ada di desa. Sebab itu adalah uang masyarakat, bukan uang pribadi.

“Masyarakat pun berhak untuk mempertanyakan kejelasan penggunaan uang tersebut. Kalau tidak jujur lebih baik mundur dari jabatannya,” tegas Solihin.

Sementara itu Kepala Desa Aikmel, Sunarno belum bisa berkomentar menyikapi aksi dan tuntutan yang disampaikan warga. Namun Sekdes Aikmel, Muhammad Putradi Zaky mewakili pemerintah desa setempat membantah berbagai tuduhan yang disampaikan oleh warga. Penjelasan yang disampaikannya sama seperti sebelumnya.

Sementara itu terkait dengan anggaran desa yang dipertanyakan warga itu baik itu sewa tanah pecatu, Dana BUMDes termasuk juga sewa Pesanggarahan semuanya telah dimasukkan ke rekening desa.

“Semua uang-uang itu telah masuk ke rekening desa, itu juga diketahui oleh bendahara desa,” sanggahnya.

Terpisah Kapolsek Aikmel, AKP I Made Sutama mengatakan berkaitan dengan aksi demo warga ini pihaknya hanya sebatas melalukan pengamanan. Jalannya aksi, memang sempat berlangsung tegang. Dimana petugas berupaya menghalau warga untuk tidak berbuat anarkis dan melakukan pengerusakan.

“Untuk pengamanan sendiri kita minta bantuan dari personel Polres. Petugas langsung kita siagakan di depan pintu masuk kantor desa untuk mengantisipasi jangan sampai warga berbuat anarkis. Namun karena ada warga yang melempar akhirnya kita bubarkan dan kita minta mereka untuk pulang,” ujar Sutama.

Guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan adanya aksi susulan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan berbagai pihak agar apa yang dipersoalkan oleh warga bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan musyawarah.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

“Kami tetap akan melakukan pengamanan di kantor desa. Yang jelas kita terus mengimbau masyarakat supaya tetap menjaga kondusifitas,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here