Salah satu kandang ayam petelur di Lotim. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA



GerbangIndonesia, Lotim – Harga telur ayam ras di Lombok Timur di sejumlah pasaran di Lombok Timur beberapa pekan ini melonjak tinggi. Kenaikan harga telur ayam ini cukup tinggi yaitu mencapai 30-40 persen. Mahalnya harga telur ini menyebabkan telur pecah laris manis diserbu warga karena harganya yang murah dan terjangkau.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

Salah seorang pedagang telur di Pasar Paokmotong, Nurhasanah mengatakan harga telur saat ini dikisaran Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu pertray tergantung ukuran. Harga telur kategori super Rp 60 ribu pertray, dimana harga sebelumnya Rp 55 ribu pertray. Sementara ukuran besar saat ini di harga Rp 55 ribu pertray. Sedangkan telur ukuran tanggung di jual dengan harga Rp 51 ribu sebelumnya dijual dengan harga Rp 49 ribu Samapi Rp 50 ribu.

“Tingginya harga telur ini karena harga telur sudah naik dari peternak dan stok telur juga sudah kurang dari peternak,” ungkapnya, Rabu (31/05).

Tingginya harga telur ini sebut dia mengakibatkan banyak pembeli yang memburu telur pecah. Pembeli memilih telur pecah sebagai alternatif, karena harga yang terjangkau dan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan telur normal.

Inaq Sunnah salah satu pembeli mengaku lebih memilih telur pecah daripada telur jadi karena harganya yang terjangkau. Harga telur pecah yaitu Rp 10 ribu per 7 butir atau atau dengan harga Rp 42 ribu pertray.

“Harga telur pecah jauh lebih murah, sehingga lebih hemat berbelanja,” tutur Inaq Sunnah.

Sementara itu, salah seorang peternak Amaq Izza mengaku terpaksa menaikkan harga telur karena harga pakan yang terus merangkak naik dari waktu ke waktu. Harga pakan konsentrat yang sebelumnya seharga Rp 500 ribu persak ukuran 50 kg, naik menjadi Rp 600 ribu persak. Namun itu belum termasuk pakan tambahan dari jagung dan dedak.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

“Karena harga pakan juga naik. Makanya kami harus terpaksa menaikkan harga telur ini juga, untuk mengimbangi tingginya harga pakan ini,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here