Donor Darah masal. FOTO SUPARDI/ GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dalam rangka memperingati hari donor darah sedunia, RSUD Dr R Soedjono Selong menggelar donor darah massal, Senin (05/06/2023).
Kegiatan ini melibatkan seluruh instansi, Puskesmas dan seluruh RSUD di Lombok Timur serta masyarakat umum.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy berharap kegiatan donor darah dapat diprogramkan secara rutin setiap hari diselenggarakan, bahkan di 21 kecamatan yang ada di Lotim.

“Kita kan punya 21 kecamatan, berarti kan 21 hari di luar hari Ahad mereka libur. Cukuplah selama 1 bulan itu muter selama 21 hari,” ungkapnya saat menghadiri acara donor darah sedunia di RSUD dr Soedjono Selong, Senin (05/06/2023).

Ia berharap setiap aparat kecamatan, Koramil, Polsek hingga Badan keamanan desa (BKD) juga dapat berpartisipasi. Demikian halnya dengan masyarakat di masing-masing kecamatan. Dengan demikian lebih banyak lagi orang yang mau mendonorkan darahnya secara sukarela demi meningkatkan kesehatan dan keselamatan orang lain.

Menurut Bupati, jika program tersebut dilaksanakan secara rutin berkala, maka rumah sakit tidak akan kekurangan darah untuk memfasilitasi masyarakat. Apalagi dengan keberadaan bank darah di RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Sementara itu Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Dr R Soedjono Selong, dr Resna Hermawati menjelaskan, dengan ikut sertanya masyarakat dalam donor darah ini diharapkan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat agar tetapi memang menjadi hal yang tidak ditakutkan oleh masyarakat awam khususnya.

“Selain pegawai-pegawai yang ada di RSUD masyarakat umum juga bisa melakukan donor darah, sehingga jangkauan kita juga lebih luas. Ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat umum agar donor darah itu tidak menjadi sesuatu yang menakutkan,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang akan mendonor kata dr Resna, akan mu-screening dulu. Mulai dari pengecekan, HB, tensi dan pemeriksaan penyakit-penyakit menular seperti hepatitis B, Sipilis dan HIV. hal ini untuk memastikan pendonor betul-betul sehat.

Sementara itu bagi pendonor yang telah dinyatakan positif Covid-19, disebutnya juga bisa melakukan donor darah, dengan catatan pendonor sudah lebih dari enam bulan terkonfirmasi positif Covid-19. Akan tetapi darah dihasilkan itu nantinya juga akan dilakukan pemeriksaan ulang.

“Jadi si pendonor itu kita harus pastikan betul-betul sehat dan bebas dari penyakit. Supaya darah yang dihasilkan darah sehat, sehingga yang mendonor dan penerima sama-sama sehat. Kalau yang sudah terkena Covid-19 itu syaratnya harus lebih dari enam bulan baru bisa mendonor,” ungkapnya.

Selain melakukan donor darah di UTD donor darah ini juga dilakukan dengan melakukan Mobile unit bekerjasama dengan instansi-instansi pemerintahan, Kepolisian,TNI, SatpolPP hingga masyarakat tingkat kecamatan.

Untuk hari ini sebanyak 80 orang telah mendonor sehingga diperkirakan minimal darah yang dihasilkan sebanyak 80 Katong maksimal 200 Katong. Satu pendonor minimal bisa memberikan satu kantong darah dan maksimal tiga kantong darah.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

“Satu orang itu bisa menghasilkan minimal satu kantong maksimal tiga kantong. Karena darah ini mantainya akan kita olah menjadi tiga yaitu sel darah, trombosit dan plasma. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here