Gerbangindonesia, Lombok Utara – Guna mengantisipasi melonjaknya kebutuhan bahan pokok menjelang Idul Fitri 2024 Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di semua kecamatan. Kegiatan pertama diawali di Kecamatan Tanjung pada Rabu (27/03/2024) yang dihadiri oleh puluhan masyarakat. Ini juga upaya dalam menstabilkan harga pokok yang tengah melonjak.
Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal
“GPM ini kita lakukan dalam rangka menstabilkan pasokan dan harga pangan,” ungkap Kabid Ketahanan Pangan DKP3 KLU, I Made Doni Ardika.
Dijelaskan, GPM ini akan dilaksanakan di lima titik. Titik pertama dilaksanakan saat ini di Lapangan Tanjung, Kedua di Kecamatan Pemenang, tepatnya di depan halaman kantor Camat. Ketiga dilaksanakan di Kecamatan Gangga tepatnya di Lapangan Godang, ke empat di Kecamatan Kayangan tepatnya di rest area patung kuda, ke lima di Kecamatan Bayan tepatnya di Desa Ancak. Pihaknya berharap bisa menekan dan kembali menstabilkan harga di pasaran.
“Agar masyarakat bisa menjangkaunya, mengingat saat ini harga di pasaran sangat tinggi dan agak susah masyarakat menjangkaunya. Makanya di GPM ini harga yang dijual dibawah harga pasar,” jelasnya.
GPM ini merupakan gerakan nasional. Untuk itu di 10 Kabupaten/Kota se NTB juga menggelar kegiatan yang sama. Terlebih lagi saat ini permintaan kebutuhan bahan pokok (Bapok)di pasaran semakin meningkat. GPM ini Pemda bekerja dengan Bulog NTB, dan Bank Indonesia sebagai penyedia Bapok. Untuk kebutuhan beras, terigu dan minyak goreng disediakan oleh Bulog sedangkan bawang merah, bawang putih, cabe dan telur disediakan oleh Bank Indonesia.
“Proses pembeliannya masyarakat cukup datang dan langsung mengatri pengambilan kuponnya, untuk ditukarkan dalam pengambilan beras dan minyak goreng. Sebab kedua bapok ini selalu menjadi sasaran masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
“Terlebih harga yang dijual di GPM ini cukup murah, beras yang 5 kilogram hanya seharga Rp 52.000, sedangkan di pasaran berkisar Rp 85 ribu per 5 kilogramnya. Untuk beras ini yang disediakan itu sebanyak 5 ton per kecamatannya,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli








