Inaq Saraiyah saat berorasi dalam kampanye Danny-Zaki di Sukadana. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Kaum perempuan berperan penting dalam pembangunan suatu daerah, baik pembangunan bidang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, bahkan politik. Namun di setiap era sebuah pemerintahan, intervensi kebijakan kepada kaum ini tergolong minor.

Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen

Mereka acapkali ditempatkan sebagai obyek program. Di mana wujud kebijakan yang diterima hanya berupa rembesan dalam bentuk pembinaan, pemberdayaan atau bahkan bansos. Pengalaman ini menempatkan kaum perempuan, khususnya di Desa Sukadana, mengusung semangat pantang kalah pada Pilkada 2024. Mereka ingin menang, mewujudkan perubahan bersama Paslon Danny-Zaki.

“Jika Danny – Zaki diizinkah oleh Allah SWT untuk menang, lihat kami pak (mengarah ke Paslon). Kami perempuan juga butuh hak-hak kesetaraan itu. Tidak hanya laki-laki yang memenangi tender, tapi kami perempuan juga bisa,” sindir Saraiyah, perempuan asal Desa Sukadana, saat kampanye Danny – Zaki, di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, beberapa waktu lalu.

Saraiyah tampil di atas panggung menyuarakan hak-hak kaum perempuan Lombok Utara. Ia tidak hanya berharap banyak kepada Paslon Danny – Zaki, tetapi juga mengkritik era pemerintahan sebelumnya yang condong menempatkan perempuan pada kebijakan yang tidak setara.

“Perempuan tidak hanya di kasur, di dapur dan di sumur. Karena selama pembangunan, 15 tahun ini, perempuan selalu menjadi nomor 2, kami tidak pernah dilirik,” jelasnya.

“Tetapi untuk Bupati dan Wakil Bupati 2025 nanti, kecamatan Bayan menjadi prioritas terutama untuk pemberdayaan perempuan,” imbuhnya.

Saraiyah bahkan mengingatkan, Pemda 2025 mendatang harus mewujudkan program SDG’s ke-17. Program tersebut menitikberatkan pada KMT (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang bertujuan untuk merevitalisasi dan meningkatkan kemitraan global untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Sebagai catatan, KMT dimanifestasikan untuk memanfaatkan berbagai sumber daya dan kekuatan dalam mengatasi tantangan global yang mendesak, seperti kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim.

KMT diwujudkan melalui kemitraan multi-pemangku kepentingan yang berbagi pengetahuan, keahlian, teknologi, dan sumber daya keuangan. Berbagai contoh program yang dapat dilaksanakan untuk mewujudkan TPB 17, antara lain: Memperkuat partisipasi warga dan kelembagaan lokal dalam industri wisata, Membentuk lembaga yang khusus menangani KPBU dan investasi masyarakat lainnya, hingga program peningkatan dan pengembangan Ekspor.

Menyadari 17 tujuan Sustainable Development Goal’s (SDG’s) tersebut, alasan sekaligus kekhawatiran Saraiyah perlu menjadi perhatian oleh Bupati dan Wabup selanjutnya. Saraiyah meyakini, hanya pada Danny-Zaki-lah, harapan program kesetaraan gender kaum perempuan dapat diwujudkan. Oleh karenanya, Saraiyah kemudian berpesan kepada seluruh kaum perempuan di Lombok Utara, agar tidak salah memilih pemimpin.

“Pengalaman membuktikan, 15 tahun kaum perempuan dinomorduakan. Pengalaman juga menunjukkan, investasi yang dijalankan berujung pada ancaman kerusakan lingkungan di kawasan konservasi,” sebutnya.

Khusus kaum “Emak-emak” yang ia anggap paling rentan terpengaruh politik uang, Saraiyah mengingatkan agar tidak menjual suaranya kepada Paslon dan Tim yang cenderung pragmatis.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

“Saya berpesan kepada emak-emak, karena yang paling rentan dengan (politik) uang adalah ibu-ibu. Jangan mau dijual suaranya dengan Panci. Jangan dijual suaranya dengan Mesin Parut. Kita harus sepakat untuk memilih nomor dua, Danny Zaki,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here