
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memfasilitasi rapat koordinasi pelatihan saksi partai politik (parpol) yang nantinya akan bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan umum kepada daerah serentak tahun 2024. Acara tersebut digelar di salah satu angkringan di Tanjung dengan di hadiri LO dan para saksi ketiga pasangan calon (Paslon) yang akan mengikuti kontestasi politik di Lombok Utara.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Ketua Bawaslu KLU Deni Hartawan mengatakan, pelatihan saksi parpol ini merupakan inisatif dari Bawaslu agar dalam pelaksaannya penghitungan nanti para saksi ini bisa mengetahui mana surat suara yang sah dan tidak sah.
“Secara aturan memang pelatihan saksi di pilkada merupakan ranah KPU namun Bawaslu berinisiatif untuk melakukan pelatihan untuk pencegahan terjadinya kesalahan persepsi nanti pada saat penghitungan surat suara di TPS,” ungkapnya, Kamis (14/10/2024).
Menurut Deni, saksi parpol bisa memiliki peran pengawasan nanti di TPS, agar para saksi pasangan calon ini bisa mengantifasi terjadinya kesalahan pada saat penghitungan suara.
“Itu tujuan dari pelatihan ini, makanya kami minta para saksi dari masing-masing paslon ikut dalam undangan pelatihan ini,” katanya.
Deni menilai, saksi masing-masing parpol ini sangat berperan aktif dalam meminimalisir kesalahan pada saat pemungutan suara di TPS, tidak seperti yang di stigmakan selama ini hanya datang untuk mencatat saja, tetapi dengan adanya pelatihan ini saksi paslon bisa mengathui secara rinci tugas dan pungsi mereka.
“Dari pelatihan yang kita berikan para teman-teman saksi ini nanti bisa tau tupoksinya seperti apa, jika terjadi kesalahan dalam pencoblosan atau perbedaan pandangan terkait surat suara sah dan tidak sah mereka bisa bersuara,” jelasnya.
Jika sudah mengetahui tupoksinya saksi parpol ini nanti bisa secara langsung melakukan protes apabila ada kesalahan, minimal mereka bisa berkoordinasi dengan para petugas yang ada di TPS. Seeprti berkaca pada pimilu tahun lalu sangat jarang sekali ada saksi yang melakukan teguran jika ada terjadi kesalahan.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
“Memang selama ini jarang sekali ada pengawas parpol yang bersuara jika terjadi kesalahan di TPS,” pungkasnya.(iko)






