Gerbang Indonesia|Lombok Tengah – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah khususnya terancam mandek.

Hal itu karena sejumlah dapur mitra BGN dengan virtual account Bank Rakyat Indonesia (BRI) belum mendapatkan bayaran. Padahal mitra BGN yang menggunakan bank lain seperti BNI dan Mandiri sudah mendapat bayaran sejak dua hari lalu.

Salah satu pihak yayasan, Andika dari Dias Catering mengungkapkan sejumlah suplier mengaku kuwalahan untuk pengadaan bahan pokok untuk keperluan MBG. Apalagi, pihak BRI yang dikonfirmasi tidak memberi kepastian.

“Hanya dijawab masih nihil saja, tapi kok bank lain sudah?” keluhnya.

“Kami jadi sangsi kalau bank ini benar-benar mendukung program pemerintah,” sambungnya kesal.

Diungkapkan, pihak BGN pusat sebenarnya sudah membayar kepada semua dapur mitra. Hal itu dibuktikan dari beberapa dapur mitra yang memiliki virtual account seperti BNI dan Mandiri sudah mendapat bayaran sejak dua hari sebelumnya.

Untuk Lombok Tengah sendiri, ada sekitar 8 dapur mitra yang terancam tidak dapat melanjutkan program ini lantaran BRI belum melakukan pembayaran.

“Kalau masalah administrasi sudah kami lengkapi semua,” terangnya.

Sementara Anggota DPRD Loteng, Saiful Muslim SH yang aktif menyoroti dan mendukung program Presiden Prabowo ini mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan kejadian semacam ini.

Dia menilai BRI sebagai bank mitra terkesan tidak serius mendukung program Presiden Prabowo ini. Sebab, jika melihat dari bank mitra yang lainnya sudah bisa dibayarkan dan tidak ada kendala.

“Bank ini terkesan tidak serius mendukung program Presiden, kalau memang serius seharusnya tidak ada masalah seperti bank lainnya,” ungkap Saiful yang mengaku mendapat keluhan dan laporan dari sejumlah dapur mitra BGN.

“Ini sudah termasuk lalai,” sambungnya.

Lebih tegas, politisi PAN ini mengatakan jika masalah ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat, maka pihaknya akan merekomendasikan agar dapur mitra BGN khususnya Lombok Tengah meminta ke BGN pusat untuk mengganti bank mitra.

“Nanti kami akan meminta agar dapur bersurat resmi untuk ganti bank saja, tidak beres ini, bisa-bisa program ini terhambat,” tukasnya.

Mengenai hal ini, pihak BRI belum memberikan keterangan resmi. Media yang mencoba menghubungi Kepala Cabang termasuk melalui sekretarisnya tidak direspon sama sekali hingga berita ini diturunkan. (fiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here