GerbangIndonesia, Mataram – Krisis ekonomi nasional yang melanda Indonesia saat ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama di daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB). Inflasi yang meningkat, harga kebutuhan pokok yang melonjak, serta terbatasnya lapangan pekerjaan semakin memperburuk kondisi kehidupan para pekerja dan masyarakat kecil. Hal ini menjadi perhatian serius dari Lalu Wira Sakti, Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB sekaligus Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) NTB, yang mewakili tiga federasi besar, yaitu SPN, FSPMI, dan ASPEK Indonesia.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Dalam pernyataannya, Lalu Wira Sakti menegaskan bahwa krisis ekonomi ini menjadi ujian besar bagi kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, dan Wakil Gubernur, Hj. Dinda Dhamayanti Putri. Pasangan ini diharapkan dapat mengambil langkah konkret dan cepat untuk melindungi rakyat, khususnya para pekerja dan buruh, dari dampak krisis yang semakin parah.
“Sebagai daerah dengan jumlah pekerja yang cukup besar, NTB tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan kesejahteraan pekerja dan buruh,” tegas Lalu Wira Sakti.
Ia menuntut langkah-langkah strategis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk mengatasi krisis ini, meliputi:
• Menjamin Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Pemerintah harus memastikan distribusi bahan pokok yang merata dan harga yang terjangkau. Selain itu, perlu pengawasan pasar untuk mencegah penimbunan dan spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
• Meningkatkan Kesempatan Kerja dan Perlindungan Pekerja
Pemprov NTB perlu menarik investasi yang berpihak pada tenaga kerja lokal, memperluas program padat karya, dan memberikan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing pekerja. Hak-hak pekerja, termasuk upah layak, jaminan sosial, dan perlindungan dari PHK sewenang-wenang, juga harus dijamin.
• Mendorong UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah harus memberikan kemudahan akses modal dan insentif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi NTB. UMKM lokal juga perlu mendapatkan akses pasar yang luas melalui kerja sama dengan industri besar dan pemerintah.
• Optimalisasi Sumber Daya Alam dan Pariwisata
Sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata harus dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Masyarakat NTB harus menjadi pemain utama dalam industri pariwisata, bukan hanya sebagai pekerja kelas bawah.
Lalu Wira Sakti menegaskan bahwa krisis ekonomi ini bukan hanya tantangan, tetapi juga momentum bagi kepemimpinan Iqbal-Dinda untuk membuktikan komitmen mereka terhadap kesejahteraan rakyat NTB. “Kami dari KSPI NTB, bersama SPN, FSPMI, dan ASPEK Indonesia, akan terus mengawal kebijakan pemerintah dan memperjuangkan hak-hak pekerja serta masyarakat kecil,” ujarnya.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Ia berharap Pemprov NTB tidak hanya mengeluarkan janji politik, tetapi juga melakukan tindakan nyata yang berpihak pada rakyat dan pekerja. “Krisis ini adalah ujian nyata bagi kepemimpinan Iqbal-Dinda. Rakyat NTB menunggu bukti, bukan sekadar wacana,” pungkasnya. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli







