
GerbangIndonesia, Lombok Timur – Suhu politik dan sosial di Lombok Timur memanas menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Aliansi Aktivis Melawan (AAM) besok, Rabu 11 Juni 2025. Aksi ini akan berlangsung di depan Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Selong, dipicu oleh dugaan penyelewengan dana nasabah melalui layanan BRI Link oleh oknum pegawai bank.
Baca Juga: Launching HARSA NTB di Karang Bayan, Komitmen Bangkitkan Kemandirian Kaum Difabel
Berdasarkan surat pemberitahuan AAM bernomor 003/Keg/AAM/2025, demonstrasi dijadwalkan dimulai pukul 10.30 WITA. Massa akan bergerak dari Kantor BRI Selong menuju Mapolres Lombok Timur, dengan estimasi 50 peserta.
Koordinator AAM, Lainul Muttaqin menyatakan bahwa aksi ini sebagai bentuk protes atas sikap BRI yang dianggap abai terhadap pengaduan masyarakat.
“Kami menuntut transparansi dan pengembalian dana nasabah yang diduga disalahgunakan,” tegas Lainul kepada media, Selasa (10/06/2025).
Aksi ini bertepatan dengan persiapan kunjungan Wakil Presiden RI ke Lombok Timur. Demi menjaga kondusivitas, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Intelijen Korem sempat menggagas dialog antara AAM dan Pimpinan Cabang BRI Selong. Namun, upaya ini disebut terhambat karena kurangnya respons dari pihak bank.
Seorang anggota Intel Korem berinisial H menyebut, pihaknya hanya berupaya menjaga stabilitas selama agenda kenegaraan.
“Kami tidak melarang aksi, hanya mengusulkan penundaan. Tapi respons dari pihak BRI minim,” ujarnya.
Anggota BIN, Subri juga menyayangkan sikap BRI yang dianggap tidak membuka ruang dialog.
“Kami tawarkan penyelesaian pasca-kunjungan Wapres, tapi tidak ada itikad baik dari bank,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa upaya mediasi murni demi menjaga stabilitas daerah.
Salah satu nasabah yang mengaku dirugikan, Zainul, menyatakan kemarahannya.
“Dana kami hilang tanpa penjelasan. Ini bukan permainan. BRI harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Isu dugaan penyelewengan dana oleh oknum BRI Link ini bukan yang pertama. Pada Oktober 2024 lalu, warga Masbagik sempat melakukan aksi serupa terkait dugaan praktik mafia perbankan dan penyitaan aset tanpa prosedur yang jelas.
Hingga berita ini diturunkan, BRI Cabang Selong belum memberikan keterangan resmi meskipun telah dihubungi.
Kapolres Lombok Timur menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal jalannya aksi sesuai prosedur, sekaligus menjaga keamanan menjelang kunjungan istri Wapres. Aparat juga berharap dialog antara AAM dan BRI bisa segera difasilitasi untuk meredakan ketegangan.
“Kami netral. Yang kami jaga adalah stabilitas daerah,” tutup Subri.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi, sembari menunggu langkah lanjutan dari pihak-pihak terkait. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli






