GerbangIndonesia, Lombok Timur – Suasana sore di Desa Sukadana, Kecamatan Terara, mendadak mencekam setelah warga menemukan jasad bayi laki-laki di aliran Sungai Karang Bulok. Penemuan yang terjadi pada Selasa (07/10/2025) sekitar pukul 17.00 WITA itu langsung menggegerkan masyarakat setempat.
Kejadian bermula saat dua anak sekolah dasar, Ismali dan Maudya Manda, sedang mencari ikan di sungai. Di tengah aktivitas mereka, keduanya melihat bungkusan plastik berwarna hitam tersangkut di bebatuan. Awalnya dikira sampah, rasa penasaran membuat Maudya membuka bungkusan tersebut. Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati isinya adalah tubuh bayi yang sudah tidak bernyawa.
Dalam keadaan panik, kedua bocah itu berlari dan memanggil warga sekitar untuk memberi tahu penemuan mengerikan tersebut. Seorang warga bernama Sumiati (28) segera menuju lokasi bersama Ketua RT setempat, Nizamudin (51). Saat mereka tiba, kondisi jasad bayi terlihat membiru dan masih lengkap dengan tali pusar.
Laporan warga kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Kapolsek Terara IPTU M. Rofi’i Suriadi, SH, bersama tim piket fungsi langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya sarung berwarna hijau dan karung putih yang berada tidak jauh dari jasad bayi.
Tak lama setelah itu, petugas medis dari Puskesmas Terara yang dipimpin oleh dr. Rodi Kuniawan tiba di lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan berusia sekitar 9 bulan 10 hari dalam kandungan. Petugas memperkirakan sang bayi sudah meninggal sejak pagi hari.
Setelah pemeriksaan di tempat, jasad bayi malang itu dibawa ke Puskesmas Terara menggunakan ambulans untuk proses visum dan penanganan lanjutan. Berdasarkan koordinasi antara kepolisian, petugas medis, dan pemerintah desa, jenazah direncanakan akan dimakamkan di perkuburan umum Karang Bulok pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WITA.
Kapolsek Terara menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut. “Kami akan menelusuri setiap petunjuk di lapangan dan bekerja sama dengan masyarakat agar kasus ini bisa segera terungkap,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi kasus pertama penemuan jasad bayi di wilayah Desa Sukadana. Warga berharap agar pelaku segera ditemukan dan kejadian memilukan seperti ini tidak terulang lagi.(*)







