Ketua dan Anggota Komisi III DPRD KLU saat bertemu dengan Pejabat BNPB. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Komisi III DPRD Lombok Utara mendesak pemerintah daerah melalui BPBD untuk lebih intens menjemput program hibah R3P bantuan rumah tahan gempa bagi Lombok Utara yang belum tuntas sampai saat ini.

Tercatat sebanyak 2.447 rumah rusak akibat gempa 2018 yang sampai saat ini belum mendapat sentuhan bantuan RTG. Sehingga ini patut menjadi perhatian pemerintah agar dapat dituntaskan mengingat sudah waktu lama namun tak kunjung diluncurkan anggaran bantuan pembangunan.

Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara Sutrianto menyampaikan pihaknya sudah tiga kali mendatangi BNPB untuk mempertanyakan prihal RTG yang belum terbangun. Kunjungan terakhir komisi III pada minggu lalu.

Hal ini juga kata Sutrianto bagian dari tindak lanjut atas hearing aplikator yang mendesak dewan untuk membantu agar dapat dikomunikasikan ke pemda dan BNPB mengingat dari mereka ada yang sudah membangunkan warga RTG namun belum dibayarkan.

“Komisi III sudah audiensi ke BNPB pusat untuk mengetahui lebih jauh prosesnya, untuk mendapatkan bantuan RTG. Saat ini pusat menegaskan hanya boleh melalui skema hibah, kalau dulu skemanya DSP sehingga prosesnya lebih cepat,” ungkapnya, Rabu (04/02/2026).

Anggota Fraksi PKB ini menerangkan bahwa proposal yang dikirim BPBD KLU untuk meminta bantuan pendanaan bagi 2.447 rumah saat ini sudah diterima BNPB.

“Namun dari keterangan pihak BNPB saat kami bertemu pada Desember lalu, pemda disarankan untuk bersurat meminta pertemuan dengan tiga lembaga yakni inspektorat BNPB, deputi kedaruratan bencana dan deputi rehab rekon,” ungkapnya.

Pemda pun jelasnya telah menyampaikan proposal R3P dengan mengirim data rumah yang belum dibangun, juga telah mengikuti apa yang menjadi instruksi lain dari pusat, namun tidak cukup sampai di situ, BPBD diminta untuk tetap intens membangun komunikasi ke BNPB.

Jika disetujui maka nantinya proposal R3P yang telah diajukan akan disampaikan ke Kemenkeu untuk mendapatkan persetujuan bantuan dana hibah.

“Dana hibah rehab rekon ini cukup besar, untuk rumah saja dibutuhkan Rp130 miliar, kita berharap ada respon cepat dari pusat, meski kita melihat saat ini banyak terjadi bencana di daerah lain seperti di Aceh dan Sumatra,” tandasnya.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here