Sejumlah buku bahan bacaan terlihat di Perpustakaan Lombok Utara. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lombok Utara, Rusdianto, menyampaikan bahwa jumlah koleksi bacaan di Perpustakaan dan Arsip Daerah Lombok Utara terus mengalami penambahan setiap tahun, meskipun jumlahnya masih relatif terbatas.

“Untuk jumlah bacaan di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lombok Utara memang setiap tahun bertambah, walaupun jumlahnya tidak seberapa,” ujar Rusdianto, Selasa (10/02/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat tambahan buku, namun jumlahnya sangat terbatas karena keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya pengembangan koleksi, baik buku cetak maupun digital.

“Kita berharap ke depan ada peningkatan, khususnya untuk perpustakaan dan arsip di Lombok Utara. Saat ini kita sudah memiliki perpustakaan digital, yakni E Pustaka Lotara, namun belum bisa menambah banyak judul buku karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Rusdianto menegaskan, aplikasi E Pustaka Lotara sangat bergantung pada dukungan anggaran. Meski aplikasi tersebut sudah ada sejak beberapa tahun lalu, penambahan koleksi di dalamnya masih dilakukan secara bertahap dan terbatas.

“Aplikasinya sudah ada dari beberapa tahun lalu, sekarang kita hanya bisa menambah koleksi secara perlahan. Untuk menambah judul buku tentu membutuhkan anggaran,” tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat Lombok Utara untuk memanfaatkan perpustakaan digital tersebut. Aplikasi E-Pustaka Lotara dapat diunduh melalui gawai masing-masing dan memungkinkan masyarakat membaca buku kapan saja dan di mana saja.

“Dengan mengunduh aplikasi E-Pustaka Lotara, masyarakat bisa membaca buku digital seperti perpustakaan digital lainnya, karena sudah ada di gadget masing-masing,” ujarnya.

Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Lombok Utara terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar keberadaan perpustakaan digital tersebut semakin dikenal dan dimanfaatkan secara luas sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat.

“Intinya sekarang kita fokus sosialisasi agar masyarakat mengetahui adanya perpustakaan digital ini,” pungkas Rusdianto.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here