Gerbangindonesia.co.id – Boalemo – Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua pelajar dan seorang wartawan terjadi di wilayah Desa Dulangeya, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Selasa (21/4/2026) sore. Peristiwa ini menjadi perhatian setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak menunjukkan hasil hingga beberapa hari pascakejadian.
Kejadian bermula saat korban, seorang jurnalis, dalam perjalanan kembali menuju Kota Gorontalo setelah melakukan tugas peliputan di Kabupaten Pohuwato. Saat melintas di jalan utama yang lurus dan minim gangguan, korban mencoba menyalip sepeda motor di depannya.
Namun, secara tiba-tiba kendaraan tersebut berbelok ke arah kanan tanpa memberikan isyarat, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Akibatnya, korban terjatuh dan mengalami luka di beberapa bagian tubuh, sementara dua pelajar yang terlibat dilaporkan tidak mengalami cedera serius.
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Botumoito untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam penanganan awal, salah satu pelajar mengakui kelalaiannya dan sempat menyampaikan niat untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Pihak kepolisian yang berada di lokasi sempat memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak guna menyelesaikan persoalan secara damai. Namun, suasana mediasi berubah menjadi tidak kondusif setelah kehadiran pihak keluarga pelaku bersama sejumlah pendamping yang memicu perbedaan pendapat.
Karena tidak tercapai kesepakatan, korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Laka Lantas Polres Boalemo. Meski sempat ada permintaan untuk menyelesaikan perkara di luar jalur hukum, korban menginginkan adanya tanggung jawab yang jelas, termasuk kehadiran orang tua pelaku.
Hingga beberapa hari setelah kejadian, korban mengaku belum menerima komunikasi lanjutan dari pihak pelaku maupun keluarganya. Kondisi ini dinilai memperburuk situasi, mengingat dampak kecelakaan tersebut turut mengganggu aktivitas korban sebagai jurnalis.
Saat ini, kasus tersebut tengah dalam penanganan aparat kepolisian. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih disiplin dalam berkendara serta menjunjung tinggi tanggung jawab setelah terjadinya insiden di jalan raya.(red)








