Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur semakin serius mendorong transformasi digital di sektor keuangan daerah. Hal ini ditandai dengan peluncuran sistem pembayaran pajak berbasis digital melalui aplikasi SIPDAH dalam rapat koordinasi evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar pada Senin (4/5/2026).
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan bahwa perubahan menuju transaksi non-tunai merupakan langkah penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan efisien. Ia juga menyebut bahwa inovasi digital menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.
Menurutnya, keberhasilan Lombok Timur dalam meraih prestasi nasional di bidang digitalisasi pada tahun sebelumnya harus dijadikan pijakan untuk terus berkembang. Ia mengingatkan bahwa mempertahankan capaian tersebut membutuhkan komitmen dan kerja sama yang lebih kuat dari seluruh jajaran pemerintah daerah.
Data tahun 2025 menunjukkan performa PAD yang sangat baik, dengan realisasi hampir menyentuh target penuh bahkan melampauinya. Meski begitu, pemerintah daerah tetap berkomitmen melakukan pembaruan sistem agar peningkatan pendapatan dapat terus berlanjut.
Dalam kebijakan terbaru, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil PAD diwajibkan menggunakan sistem pembayaran digital. Pemerintah juga menargetkan seluruh transaksi keuangan daerah ke depan tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan terintegrasi dalam satu sistem berbasis data.
Kepala Badan Pendapatan Daerah menjelaskan bahwa aplikasi SIPDAH kini mendukung pembayaran melalui QRIS, sehingga mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi. Selain itu, setiap pembayaran akan tercatat dengan identitas wajib pajak menggunakan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), guna meningkatkan akurasi dan pengawasan.
Transformasi ini mencakup sembilan jenis pajak daerah yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemungutan sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah serta mitra perbankan, termasuk Bank NTB Syariah Cabang Selong yang mendukung implementasi sistem pembayaran digital.
Sebagai penutup, acara dirangkaikan dengan simulasi transaksi menggunakan sistem baru serta pembahasan strategi percepatan digitalisasi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).(dan)








