Mahasiswa Universitas Brawijaya saat diterima oleh Bupati Najmul Akhyar. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Puluhan mahasiswa departemen teknik pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (UB) yang berbasis di Malang Jawa Timur, melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kedatangan mereka diterima langsung oleh Bupati H. Najmul Akhyar secara simbolis, di Aula Kantor Bupati KLU Senin, (29/06/2026).

Dr. Ir. Sumiadi, ST., MT. selaku Dosen Pendamping KKN Fakultas Pengairan Universitas Brawijaya mengatakan, Program ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik. Di balik setiap sesi lapangan, ada permasalahan nyata yang menuntut jawaban konkret akses air bersih yang belum merata, sistem sanitasi yang masih jauh dari standar, dan kerentanan lingkungan yang terus mengancam kesejahteraan warga.

“Ketiga desa di dua kecamatan dipilih sebagai lokasi strategis karena menghadapi isu pengelolaan sumber daya air yang mendesak. Mahasiswa akan bekerja berdampingan langsung dengan warga melakukan asesmen lapangan, merancang sistem, hingga mendampingi implementasi berbasis kebutuhan lokal,” ungkapnya.

“Perbedaan perspektif geografis dan pengalaman lokal yang dibawa masing-masing peserta diharapkan menghasilkan pendekatan pemecahan masalah yang lebih adaptif dan kontekstual,” imbuhnya.

Sebagai salah satu perguruan tinggi yang masuk jajaran Top 10 terbaik Indonesia, Universitas Brawijaya memposisikan program ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam berkontribusi pada pembangunan daerah khususnya di kawasan yang masih memerlukan pendampingan teknis di bidang infrastruktur air dan lingkungan

“Program ini berlangsung selama tiga minggu penuh, mulai 30 Juni hingga 20 Juli 2026. Selama periode tersebut, 45 mahasiswa tidak bekerja sendiri mereka didampingi oleh enam dosen pembimbing dengan rekam jejak akademik dan kepakaran yang kuat di bidang teknik pengairan dan sumber daya air,” jelasnya.

Lebih lanjut Sumiadi menuturkan, harapan besar yang diemban adalah agar program ini tidak berhenti sebagai stimulus jangka pendek, melainkan menjadi titik awal dari keberlanjutan yang digerakkan dari dalam komunitas itu sendiri.

“Untuk itu, sinergi aktif dengan seluruh aparat desa dan lapisan masyarakat menjadi kunci. Kerja sama ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai keberlanjutan dan kemandirian lokal bagi warga tiga desa dalam menjaga serta mengelola potensi sumber daya alam terutama sumber daya air secara mandiri di masa depan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati KLU H. Najmul Akhyar yang menerima langsung para mahasiswa tersebut mengungkapkan, pemerintah dengan senang hati menerima para mahasiwa dari universitas Brawijaya untuk hadir di KLU.

“Ya, hari ini kita menerima, KKN dari Universitas Brawijaya. Itu jurusan Sumber Daya Air, ya. Ini pengairan. Ya alhamdulillah, kita dengan senang hati lah menerima mereka untuk hadir di Lombok Utara. Dan sekarang kita lepas ke desa tujuan masing-masing,” katanya.

Fokus mereka ini, lanjut Najmul, memberikan edukasi ke masyarakat terkait dengan pengelolaan sumber daya air, Kemudian penanganan serta pemanfaatan sampah-sampah menjadi humus, kompos dan sebagainya. Dengan kehadiran para mahasiswa ini pihaknya berharap bisa memberi contoh baik kepada masyarakat.

“Harapan kami mereka bisa memberikan contoh-contoh yang baik kepada masyarakat kita, bergaul dengan baik. Insyaallah lah, saya sampaikan bahwa masyarakat Lombok Utara ini peniru,” ucapnya.

“Saya harapkan mereka bisa menampilkan hal-hal yang baik, ya. Karena mereka ini kan berasal dari sekitar 26 kabupaten/kota se-Indonesia. Jadi masing-masing dengan akar budaya, akar apa saja yang berbeda itu, ya mereka bisa menyesuaikan diri,” pungkasnya.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here