GerbangIndonesia, Lombok Barat — Kabar baik datang dari Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong. Di tengah kebutuhan petani terhadap kepastian pengairan lahan, pembangunan Irigasi Perpompaan (IRPOM) untuk mendukung pengairan sekitar 10 hektare lahan pertanian kini terus dikebut.

Tak hanya sektor pertanian, keluhan masyarakat terkait kondisi jalan juga mulai mendapat titik terang. Ruas Pasar Sekotong–Telaga Lebur yang selama ini menjadi salah satu titik perhatian warga dipastikan masuk dalam rencana penanganan.

Kepala Desa Sekotong Tengah, Muhammad Burham, mengatakan pembangunan IRPOM yang berada di Dusun Belagalagur saat ini telah mencapai sekitar 50 persen.

“Alhamdulillah, untuk IRPOM saat ini masih dalam proses pengerjaan. Progresnya kurang lebih sudah 50 persen dan berlokasi di Dusun Belagalagur,” ujar Burham.

Program tersebut menyasar kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat dengan luas sekitar 10 hektare. Meski titik pembangunan berada di satu lokasi, manfaatnya ditujukan bagi para petani di wilayah sasaran.

“Luas lahan yang diperuntukkan kurang lebih 10 hektare. Titiknya memang satu, yaitu di Dusun Belagalagur, tetapi pemanfaatannya untuk masyarakat, khususnya para petani,” jelasnya.

Target Petani: Tak Lagi Hanya Dua Kali Tanam

Selama ini, keterbatasan pengairan menjadi salah satu faktor yang membuat pola tanam petani masih terbatas. Rata-rata petani hanya mampu melakukan dua kali tanam dalam setahun.

Dengan adanya IRPOM, pemerintah desa berharap produktivitas pertanian meningkat sehingga petani dapat melakukan tiga kali tanam sekaligus tiga kali panen dalam setahun.

“Sebelum adanya IRPOM, petani kita rata-rata menanam dua kali dalam satu tahun. Dengan adanya program ini, insyaallah ke depan bisa meningkat menjadi tiga kali tanam dan tiga kali panen,” katanya.

Burham menyebut program IRPOM tersebut merupakan program pertama yang diterima Desa Sekotong Tengah. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, khususnya Dinas Pertanian.

“Ini baru pertama kali kami mendapatkan program IRPOM. Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pertanian karena telah memberikan program ini untuk para petani kami,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pengerjaan disebut berjalan tanpa kendala berarti. Dukungan masyarakat dan kelompok tani menjadi salah satu faktor yang membantu pelaksanaan program.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kendala. Masyarakat sangat mendukung program tersebut, terutama para petani,” tegasnya.

Pemerintah desa berharap keberadaan IRPOM tidak berhenti pada satu program saja. Penambahan program serupa dinilai penting agar semakin banyak lahan pertanian masyarakat yang mendapatkan akses pengairan.

“Kami berharap program seperti ini bisa ditambah lagi. Petani dan beberapa kelompok tani kami sangat antusias karena manfaatnya sangat besar bagi peningkatan produksi pertanian,” harap Burham.

Jalan Rusak Pasar Sekotong–Telaga Lebur Mulai Mendapat Titik Terang

Sementara itu, keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan Pasar Sekotong–Telaga Lebur juga mulai mendapat respons.

Pemerintah Desa Sekotong Tengah sebelumnya telah melakukan sosialisasi bersama Dinas Pekerjaan Umum Lombok Barat dan pihak kontraktor terkait rencana pekerjaan jalan.

“Kemarin, hari Kamis, dari Dinas PU bersama kontraktor datang ke kantor desa untuk melakukan sosialisasi terkait pengerjaan jalan Pasar Sekotong,” jelas Burham.

Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, terdapat dua titik penanganan, yakni kawasan Pasar Sekotong dan ruas menuju Telaga Lebur.

“Informasi yang kami terima ada dua lokasi, satu di Pasar Sekotong dan satu lagi di Telaga Lebur. Panjangnya menyesuaikan dengan tingkat kerusakan jalan,” katanya.

Menurut Burham, penanganan tersebut merupakan hasil usulan yang terus disampaikan pemerintah desa setiap tahun menyusul banyaknya keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan.

“Setiap tahun kami terus mengusulkan karena keluhan masyarakat, terutama terkait kondisi jalan Pasar Sekotong, memang sangat banyak. Alhamdulillah, saat ini keluhan tersebut mulai terjawab dengan adanya penanganan,” ujarnya.

Pemdes Sekotong Tengah juga menyatakan siap membantu mengawal pelaksanaan pekerjaan agar berjalan aman dan lancar. Pihak kontraktor disebut telah meminta dukungan pemerintah desa selama proses pengerjaan.

Pemdes Minta Drainase Jangan Diabaikan

Selain badan jalan, pemerintah desa meminta persoalan drainase turut menjadi perhatian dalam pekerjaan tersebut.

Burham menilai drainase yang baik sangat penting untuk mengendalikan aliran air. Sebab, air yang tidak tertata berpotensi kembali mempercepat kerusakan badan jalan setelah diperbaiki.

“Kami juga sempat meminta agar drainasenya tidak hanya di satu sisi, tetapi bisa dioptimalkan kiri dan kanan jika memungkinkan. Tujuannya agar aliran air bisa berjalan dengan baik dan tidak kembali merusak badan jalan,” pungkasnya.

Dengan pembangunan IRPOM yang menyasar sekitar 10 hektare lahan serta rencana penanganan jalan Pasar Sekotong–Telaga Lebur, Pemerintah Desa Sekotong Tengah berharap dua kebutuhan mendasar masyarakat tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan produktivitas warga. (dil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here