GerbangIndonesia, Lombok Barat — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, menuai tanda tanya. Pasalnya, meski Dana Desa (DD) telah dipangkas untuk mendukung program tersebut, pembangunan fisik KDMP di sejumlah desa, termasuk Desa Sekotong Tengah, hingga kini belum juga terealisasi.
Kepala Desa Sekotong Tengah, Muhammad Burham, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan KDMP. Namun, lahan tersebut hingga kini belum tersentuh pembangunan.
“Kalau masalah KDMP yang ada di Kecamatan Sekotong pada umumnya, memang ada desa yang menjadi lokasi percobaan pembangunan KDMP. Khusus di Desa Sekotong Tengah, kami selalu mempertanyakan kelanjutan pembangunan tersebut. Lahan sudah kami siapkan, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata Burham.
Menurutnya, lokasi yang disiapkan merupakan lahan milik pemerintah daerah yang berada di kawasan Selatan Eks Post-Customs. Penentuan lokasi dilakukan setelah pemerintah desa bersama pemerintah daerah, Babinsa, dan camat turun untuk menentukan titik pembangunan.
“Waktu itu kami dipanggil untuk menunjukkan lokasi pembangunan KDMP. Semua kepala desa menunjukkan masing-masing lokasi yang disiapkan. Untuk Sekotong Tengah, ada satu titik dengan luas sekitar enam are,” jelasnya.
Dana Desa Tetap Dipangkas
Persoalan menjadi sorotan karena pemangkasan Dana Desa tetap berjalan meskipun pembangunan fisik KDMP di Desa Sekotong Tengah belum terealisasi.
Burham menyebut sekitar Rp300 juta Dana Desa Sekotong Tengah terpangkas untuk mendukung program tersebut.
“Ya, tetap ada pemotongan atau pemangkasan. Di Desa Sekotong Tengah, sekitar Rp300 juta dari Dana Desa kami terpangkas untuk program tersebut. Ini yang menjadi pertanyaan kami, karena pembangunan fisiknya belum ada, tetapi pemangkasan tetap berjalan,” tegasnya.
Menurut Burham, kondisi tersebut berpengaruh terhadap ruang fiskal pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan lainnya.
Ia menyebut sejumlah rencana pembangunan yang sebelumnya dapat dianggarkan desa kini harus dibatasi akibat berkurangnya Dana Desa.
“Pemangkasan ini sangat berdampak terhadap pembangunan yang ada di desa. Tahun-tahun sebelumnya kami masih banyak kegiatan untuk membangun desa, seperti perbaikan jalan. Namun dengan adanya pemangkasan ini, banyak rencana pembangunan yang akhirnya menjadi terbatas,” ujarnya.
Baru Desa Batu Putih yang Dibangun
Burham mengatakan, berdasarkan pengetahuannya, dari sejumlah desa di Kecamatan Sekotong yang menjadi lokasi program KDMP, baru Desa Batu Putih yang telah memiliki pembangunan fisik.
“Di Kecamatan Sekotong, baru satu desa yang sudah dibangun untuk KDMP, yakni Desa Batu Putih. Sementara desa-desa lainnya, termasuk Desa Sekotong Tengah, sampai saat ini belum ada pembangunan KDMP,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah desa mempertanyakan mekanisme dan kendala pelaksanaan program. Terlebih, desa telah memenuhi permintaan penyediaan lahan untuk pembangunan.
“Kendalanya apa, sementara lahan yang diminta sudah kami siapkan, itu juga yang menjadi pertanyaan kami. Sampai sekarang kami belum mengetahui kendalanya seperti apa,” katanya.
Ia menilai persoalan tersebut kemungkinan tidak hanya dirasakan Desa Sekotong Tengah. Sejumlah desa lain di Kecamatan Sekotong disebut juga masih menunggu kejelasan terkait realisasi pembangunan KDMP.
“Sepertinya bukan hanya Sekotong Tengah. Desa-desa yang menjadi lokasi KDMP di wilayah Sekotong juga masih mempertanyakan hal yang sama. Sampai sekarang belum ada pembangunan yang benar-benar berdiri, kecuali Desa Batu Putih yang sudah dibangun,” tuturnya.
Pemdes Minta Kejelasan
Pemerintah Desa Sekotong Tengah berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan penjelasan mengenai status pembangunan KDMP, termasuk alasan pembangunan fisik belum berjalan meskipun Dana Desa telah mengalami pemangkasan.
Burham berharap program tersebut tidak berhenti pada pemotongan anggaran desa, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, program pemerintah pusat ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala. Kami sudah menunjukkan dan menyiapkan lahan untuk pembangunan KDMP. Tinggal bagaimana segera ditindaklanjuti agar program tersebut benar-benar terealisasi,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah desa membutuhkan kepastian agar perencanaan pembangunan tidak terganggu.
“Jangan sampai pemangkasan Dana Desa terus berjalan, sementara pembangunan KDMP belum jelas,” pungkasnya. (dil)







