
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai memperluas pengembangan sektor pariwisata dengan mengoptimalkan potensi destinasi yang berada di wilayah daratan. Langkah ini dilakukan untuk melengkapi daya tarik wisata bahari yang selama ini menjadi salah satu magnet utama melalui kawasan Tiga Gili.
Melalui Dinas Pariwisata (Dispar), pemerintah daerah mendorong desa-desa wisata dan pengelola destinasi di daratan agar semakin kreatif dalam mengemas potensi alam, budaya, maupun produk ekonomi kreatif yang dimiliki.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Dende Dewi Tresni mengatakan, dukungan terhadap pengembangan destinasi di daratan telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Bentuk dukungan tersebut diberikan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing desa wisata.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun sektor pariwisata. Peran masyarakat dan pengelola destinasi menjadi bagian penting untuk memastikan pengembangan wisata berjalan secara berkelanjutan.
“Konsep kami di Dinas Pariwisata tentu tidak bisa berjalan sendiri tanpa pelibatan langsung dari teman-teman di desa wisata maupun pengelola destinasi di Lombok Utara. Karena itu kami mendorong adanya pendekatan strategis dengan inovasi yang lahir dari bawah,” ujar Kepala Dinas Pariwisata KLU Dende, Senin (14/09/2026).
Dende menjelaskan, pemerintah daerah akan memberikan dukungan ketika desa wisata mampu mengembangkan serta mempromosikan potensi yang dimilikinya secara menarik. Dukungan tersebut terutama diarahkan pada aspek promosi dan peningkatan kapasitas pengelola. Upaya memperluas pergerakan wisatawan dari kawasan Gili menuju daratan juga dilakukan melalui kerja sama dengan pelaku industri pariwisata.
“Dispar Lombok Utara telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Gili Hotel Association (GHA). Kerja sama tersebut diarahkan agar wisatawan yang menginap di kawasan Gili tidak hanya menikmati wisata bahari, tetapi juga melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di daratan,” jelasnya.
“Harapannya tamu-tamu yang ada di Gili bisa menambah lama tinggalnya (long of stay). Setelah menikmati wisata bahari, mereka juga bisa mengunjungi desa-desa wisata yang ada di daratan,” imbuhnya.
Dende menyebutkan, potensi wisata Lombok Utara memiliki karakter yang beragam dan tersebar di sejumlah desa. Karena itu, pengembangan destinasi tidak bisa hanya menggunakan pola yang sama berdasarkan wilayah kecamatan. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunikan masing-masing, baik berupa wisata alam maupun bahari.
“Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikemas secara kreatif sehingga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan,” pungkasnya.(iko)






