
GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy meyerahkan secara simbolis sertifikat hak atas tanah kepada sejumlah nelayan yang ada di Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru.
Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk
Program Sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) ini kata Bupati, sebagai hasil kerja sama yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal. Termasuk untuk mendukung pendidikan anak-anak di kawasan ini,” terang Sukiman saat meyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada nelayan di Batu Nampar Selatan.
SeHAT Nelayan di Lotim sudah dimulai sejak tahun 2021. Kegiatan lintas sektor tersebut bertujuan untuk mempercepat pendaftaran tanah untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat.
“Program SeHAT ini untuk mempercepat pendaftaran tanah guna mendukung program pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut juga, H Sukiman mengingatkan agar tidak membiarkan terjadinya perkawinan usia anak di Lotim, melainkan memfasilitasi anak-anak untuk menuntut ilmu hingga ke starta paling tinggi.
“Pendidikan merupakan investasi dan menjadi jalan untuk bisa menuju masa depan yang lebih baik,” ucapnya.
Ia menjelaskan menuntaskan sekolah dan mencegah drop out juga akan mengurangi persoalan lainnya, seperti angka kematian ibu dan bayi, kasus gagal tumbuh dan gizi buruk, yang pada akhirnya diharapkan memperbaiki posisi IPM Lotim.
Untuk mendukung pendidikan anak-anak di kawasan tersebut, Bupati juga meminta untuk menyediakan sarana transportasi bagi para siswa yang memadai.
“Kami harap agar anak-anak kita yang ada disini (Batu Nampar, Red) disediakan sarana transportasi yang memadai,” harapnya.
Dalam kesempat itu juga dirinya menyampaikan rencana penataan kawasan Batu Nampar setelah rampungnya penataan kawasan Ekas, yang saat ini masih dalam proses.
Penataan tersebut, termasuk melokalisasi masyarakat yang masih menggunakan lahan negara. Perubahan status perairan setempat yang saat ini merupakan kawasan tangkap menjadi kawasan budidaya, nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama
Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur M. Zainuddin menyampaikan pada tahun 2022 ini Lotim mendapatkan jatah sekitar 300 sertifikat lagi.
“Insya Allah tahun ini kita akan dapat jatah sekitar 300 sertifikat lagi,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






