
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu melakukan mutasi kepada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah daerah (Pemda).
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Mutasi yang dilakukan pada Rabu (26/10) bertempat di Aula RSUD Lombok Utara itu, dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun peserta mutasi yang hadir. Tidak hanya mutasi eselon III dan IV namun juga bupati secara langsung melantik Penjabat (Pj) Sekda Anding Duwi Cahyadi untuk didefinitifkan.
Ditemui usai melakukan mutasi jabatan, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu mengungkapkan ini merupakan mutasi yang kedua dalam tataran jabatan ASN. Pihaknya terus melakukan evaluasi untuk memantau kinerja masing-masing di OPD. Mutasi ini disebutnya untuk mempercepat gerak dari pejabat yang sudah dipercaya, sebab pemda tengah gencar melakukan pembangunan di daerah.
“Mutasi ini juga mempercepat gerak dari pejabat-pejabat yang dipercaya jangan sampai dia diam diam saja dikantornya padahal pembangunan daerah ini sangatlah besar,” ungkapnya.
Menurutnya, pejabat yang sudah dilantik diharapkan untuk bisa bekerja luwes serta beradaptasi dengan baik. Apalagi dalam situasi pemulihan pasca pandemi covid yang mana membuat anggaran Negara serta Daerah menurun. Ditambah inflasi buntut perang di Eropa merupakan sejumlah pekerjaan rumah yang harus dihadapi oleh pemerintah. Dengan demikian, pejabat yang sudah dilantik harus bisa menyelesaikan masalah perekonomian daerah pun pembangunan sehingga apa yang diinginkan bisa tercapai.
“Pesan saya supaya bekerja sungguh-sungguh kuasai setiap tugasnya supaya bisa efektif dalam rangka mempercepat pembangunan daerah,” tegas Djohan.
Melalui Surat Keputusan (SK) Bupati nomor: 255/1000/ BKPSDM/2022 tentang pemberhentian dan pengangkatan pegawai negeri sipil dari dalam jabatan administrator dan jabatan pengawas dilingkungan pemerintah daerah Lombok Utara, bupati juga menetapkan Anding Duwi Chyadi sebagai Sekda. Penetapan tersebut diikuti dengan mutasi dan rotasi 103 pejabat Eselon III dan IV. Hanya saja, dari mutasi ini masih juga menyisakan kekosongan jabatan utamanya pada jabatan Eselon II. Seperti di Dinas Perpustakaan yang masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt), pun Asisten III, Staf Ahli, serta posisi Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM.
“Untuk Eselon II karena masih ada yang lowong nanti kita akan lakukan mutasi juga. Mungkin awal tahun depan saja lah, karena ini untuk isi kekosongan itu,” tandasnya yang juga Politisi PKB tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPD- PSDM) Tri Dharma Sudiana menjelaskan, total jumlah mutasi kali ini meliputi 103 terdiri dari 77 pejabat eselon tiga, empat, emat orang pada jabatan administrator dan jabatan pengawas. Sementara 22 lorang lainnya merupakan pejabat fungsional pada lingkup pemerintah daerah.
“Totalnya 103 orang satu pada jabatan tinggi Pratama yaitu sekda, mutasi kali ini karena banyak pejabat kita yang pensiun dan lowong jabatan,” jelasnya.
Mempertimbangkan hal tersebut banyaknya posisi jabatan yang lowong diklaim berdampak pada efektivitas pelayanan sehingga, perlu dilakukan pengisian melalui kebijakan Bupati yang disebut mutasi.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Kalau yang belum terisi atau lowong pada lavel Eselon dua yaitu Dinas Perindagkop, Asisten tiga paska ditinggalkan Sekda Anding, Dinas Perpus dan staf ahli totalnya kurang lebih 4 jabatan,” pungkasnya.(iko/*)
Editor: Lalu Habib Fadli







