Pembukaan Komsos dengan Aparat Pemerintah di Aula Parikesit di Makodim 1607/Sumbawa, Selasa (21/3/2023). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Sumbawa Besar – Salah satu tugas Pokok TNI dalam UU No 34 tahun 2004 melaksanakan tugas operasi militer selain perang. Selain itu TNI juga memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta dan membantu tugas pemerintahan di daerah.

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

Hal tersebut disampaikan Kasdim 1607/Sumbawa, Mayor Inf. Dahlan saat mewakili Dandim 1607/Sumbawa Letkol Czi Alit Setiawan dalam membuka acara Komsos dengan Aparat Pemerintah di Aula Parikesit di Makodim 1607/Sumbawa, Selasa (21/3/2023).

Selain itu Kasdim juga menyampaikan tujuan kegiatan Komunikasi Sosial dengan Aparat Pemerintah untuk memelihara, meningkatkan dan menjalin sinergitas antara TNI AD dalam hal ini Kodim 1607/Sumbawa dengan Aparat Pemerintah dalam pemahaman tranformasi digital.

“Mengingat era digital adalah suatu kondisi kehidupan atau zaman, dimana semua kegiatan yang mendukung kehidupan dipermudah dengan adanya teknologi. Era digital hadir dengan memanfaatkan teknologi agar menjadi lebih praktis dan modern. Teknologi yang ada di sekitar kita dapat dimanfaatkan untuk memudahkan aktivitas manusia,” jelas Kasdim.

Dampak perubahan perkembangan digital yang terjadi saat ini lanjut Kasdim, harus disikapi dengan melakukan transformasi digital. Transformasi adalah perubahan dari konvensional ke modern dengan mengubah cara, pemikiran dan perilaku. Transformasi digital mengacu pada proses dan strategi menggunakan teknologi digital untuk mengubah cara bisnis atau bekerja beroperasi dan melayani pelanggan atau masyarakat.

Seperti kita ketahui lanjut mantan Kapenrem 162/WB itu, beberapa contoh transformasi dalam sektor pemerintahan di antaranya perubahan dari menggunakan mesin ketik ke perangkat elektronik seperti komputer. Pengembangan aplikasi dalam bidang pemerintahan yang semula hanya memanfaatkan komputer untuk aplikasi pengolah kata, mulai dibuat beberapa aplikasi untuk layanan.

Termasuk adanya integrasi aplikasi dari yang tadinya terpisah-pisah menjadi sistem yang terintegrasi. Otomatisasi layanan berbasis aplikasi lanjut Kasdim, terintegrasi dengan sistem pendukung pengambilan keputusan berbasis analisa data. Komitmen pemerintah untuk mewujudkan reformasi birokrasi salah satunya dengan melakukan upaya tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Penerapan hal ini menuntut transformasi digital yang menyeluruh, baik dari sistem hingga Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur. Transformasi digital bukan hanya sekadar menggunakan teknologi akan tetapi mengenai sumber daya manusia dan mengubah mindsetnya,” pungkas Kasdim.(*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here