GerbangIndonesia, Lotim – Dalam rangka menekan jumlah stunting di Kabupaten Lombok Timur, Dinas Kesehatan Lombok Timur akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana dan prasarana (Sarpras)di bidang kesehatan yang lebih baik khususnya yang berkaitan dengan stunting.
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
Sekdis Kesehatan Lombok Timur, Lalu Bagus Wikrama menyampaikan tingginya kasus stunting di Lombok Timur disebabkan oleh berbagai faktor-faktor. Seperti kurang valid alat-alat yang digunakan, serta kemapuan para SDM dalam menjalankan pengukuran.
“Untuk itu kami akan mencoba untuk memberikan alat yang standar termasuk juga kami akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada SDM kita,” ucapnya pada awak media, Kamis (30/03).
Kata dia, dalam stunting yang diukur yakni berat badan dan tinggi badan. Sehingga dalam pengukurannya dibutuhkan alat yang benar-benar valid. Untuk itu pihaknya akan terus berupaya untuk memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk mendapatkan hasil yang lebih valid.
Dengan begitu lanjutnya, data yang akan didapatkan secara otomatis akan semakin baik dan akurat, sehingga jumlah kasus stunting di Lombok Timur akan menurun. Pada semester dua tahun 2023 ini, Dikes juga akan mengupayakan pengadaan alat-alat tersebut sebesar Rp 15 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Hal ini tentunya agar sesuai dengan standar sehingga validitas data yang dihasilkan dapat benar-benar terpenuhi,” imbuhnya.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Ia menambahkan, jika menggunakan alat yang tidak maksimal tentunya juga akan berpengaruh pada angka stunting. Karena salah dalam pengukuran tentunya salah juga dalam memberikan kesimpulan dan juga penanganan. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







