GerbangIndonesia, Lotim – Selama bulan Ramadan ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Timur telah menutup sejumlah rumah makan siap saji yang buka pada siang hari. Salah satunya ialah rumah makan KFC Pancor.
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
Kasat Pol PP Lombok Timur Selamet Alimin menyampaikan bahwa penutupan ini dilakukan sebelum adanya protes dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lombok Timur dan sebelumnya pihaknya juga telah memberikan himbauan kepada pihak KFC untuk tidak buka di siang hari sampai pukul 15:30 Wita selama bulan Ramadan.
“Sebelumnya kami sudah berikan imbaun dan arahan untuk tidak buka di siang hari,” terang Selamet Alimin saat dikonfirmasi, Selasa (11/04/2023).
Disebutkan, beroperasinya KFC beberapa Minggu belakang ini dikarenakan adanya kesalah pahaman pihak KFC terkait larangan tersebut. Dimana pihak KFC beranggapan bahwa rumah makan yang tutup tersebut ialah rumah makan yang melayani makan di tempat bukan rumah makan yang melayani pembelian kemudian untuk dimakan di rumah.
Larangan rumah makan yang buka pada siang hari ini, tidak hanya berlaku bagi rumah makan yang ada di pinggir-pinggir saja akan tetapi imbaun tersebut berlaku bagi semua rumah maka yang ada di Lombok Timur, baik yang makan di tempat maupun di bawa pulang.
“Jadi aturan itu, untuk semua tanpa pandang bulu, bukan hanya untuk rumah makan yang ada di pinggir-pinggir saja,” tegasnya.
Saat ini pihaknya telah menempatkan dua orang personel untuk melakukan penjagaan di KFC. Hal itu dilakukan untuk memastikan KFC betul-betul tutup pada siang hari selama Ramadan.
Selama Ramadan ini pihaknya terus melakukan operasi dan melakukan pengawasan di sejumlah rumah makan di Lombok Timur yang buka pada siang hari dan telah menutup sejumlah rumah makan.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Sejauh ini hampir puluhan sudah rumah makan yang kami tutup. Ada juga kemarin yang kami tutup paksa karena sudah beberapa kali kami imbau tapi tidak diindahkan, makanya kami tutup paksa dan angkut dagangannya, ” ungkapnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli





