Salah seorang penumpang fast boat terlihat baru turun di dermaga gili air. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA




Gerbangindonesia, Lombok Utara – Oknum pengusaha Fast Boat Golden Queen diduga melakukan layanan penyeberangan penumpang antar pulau. Pasalnya, salah seorang wisatawan mancanegara (Wisman) didapati menumpang dari Gili Trawangan kemudian turun di Dermaga Gili Air, Rabu (24/5). Hal ini sontak disorot oleh Koperasi Karya Bahari (KKB) yang notabene menyediakan jasa transportasi lokal.

Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..

Pantauan media ini, salah seorang wisman mengaku pihaknya membeli jasa penyebrangan dari perusahaan Fast Boat Golden Queen. Dia membeli untuk dua orang penumpang sejumlah Rp 100 ribu per kepala. Hanya saja, wisman tersebut tidak diberikan tiket secara resmi setelah membayar keduanya dipersilakan masuk ke Fast Boat tersebut.

“Hal seperti ini yang merugikan kami sebagai pengusaha lokal. Padahal Fast Boat hanya bisa melayani penyebrangan dari Bali ke Tiga Gili dan sebaliknya, bukan antar pulau,” ujar Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB) Sabarudin.

KKB selaku penyedia jasa lokal menyayangkan persoalan ini, pihaknya menduga praktik seperti ini tidak dilakukan oleh satu atau dua perusahaan Fast Boat melainkan mayoritas. Maka tak heran KKB merasa merugi lantaran praktik seperti yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab ini. Tidak adanya sistem serta kontrol pengawasan membuat oknum secara leluasa melakukan penjualan jasa angkutan transportasi laut.

“Ini sudah jadi bukti ketiga yang pertama Ekajaya dan mereka sudah minta maaf, kemudian Scout mereka juga minta maaf. Ini kami tidak bisa tinggal diam, harus segera ditindaklanjuti jangan sampai oknum Fast Boat ini terus bermain sementara porsinya sudah ada masing-masing,” jelasnya.

Disebutkan Sabarudin, Fast Boat memiliki trayek Bali-Lombok yang artinya melayani penumpang antar Provinsi. Rute penyebrangan itu sudah jelas, sehingga ketika ada wisatawan yang menyebrang antar pulau hal ini merugikan pengusaha lokal seperti dirinya. Demikian dengan penyebrangan dari Tiga Gili ke Senggigi, idealnya hal demikian tidak dilakukan oleh pihak Fast Boat. Dirinya meminta supaya Syahbandar menindaklanjuti persoalan ini.

“Sama seperti dari pulau ke Senggigi, ini juga tidak boleh karena masih antar kabupaten. Syahbandar Pemenang jangan hanya diam saja, supaya segera ditindak oknum seperti ini,” tandasnya.

Sementara itu, Penanggungjawab Golden Queen Ozy yang dikonfirmasi mengaku pihaknya tidak merasa melakukan penjualan tiket antar pulau. Demikian pihaknya belum tahu siapa oknum tersebut, namun dirinya akan menindak tegas karyawan yang melakukan hal itu. Ia juga mengakui hal ini tidak dibenarkan lantaran sudah ada aturan masing-masing.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

“Dari dulu praktik-praktik begini kan terjadi, cuma dilapangan banyak sekali yang mengaku sebagai staf dan lain-lain. Sekarang ini saya ingin tahu siapa oknum tersebut, abis ini kita akan breafing kalau ketemu saya akan pecat dia,” cetusnya singkat.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here