
GerbangIndonesia, Loteng – Setelah lowong beberapa tahun dan hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), akhirnya Perumda PDAM Tirta Ardhia Rinjani kabupaten Lombok Tengah dapat bernafas lega.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Pasalnya, Bupati Loteng sudah menenapkan dan langsung melantik Dirut PDAM ditambah dengan melantik dua orang pada jabatan lainnya di perusahaan yang sama, yaitu Direktur Umum dan Keuangan serta Direktur Operasional sehingga tiga jataban lowong tersebut menjadi definitif.
Untuk jabatan Dirum sendiri diisi oleh Direktur Utama Bambang Supratomo alias BSU atau plt sebelumnya. Sedang Direktur Umum dan Keuangan diisi oleh L.M. Lutfi serta Direktur Operasional L. Sukemi Adiantara.
Pelantikan dilakukan di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah Selasa (14/11).
Dalam pemaparannya, Bupati Loteng, HL Pathul Bahri mengatakan jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara konstitusional dan secara moral kepada masyarakat dan tuhan karena sudah disumpah dan sudah diikrarkan sebelumnya.
“Jabatan ini amanah dan sumpah yang sudah diikrarkan tadi menjadi pengikat dari dunia sampai akhirat,” pesannya.
Bupati berharap semua yang sudah dilantik segera berkonsolidasi internal. Sebab banyak persoalan di daerah yang harus diselesaikan salah satunya adalah persoalan air bersih.
“Karena itu ketiganya harus kompak untuk selesaikan semua persoalan itu,” sambungnya.
Sebagai perusahaan daerah, lanjut Pathul, memiliki peran ganda yakni berbasis sosial dan satu sisi lain soal bisnis untuk dapatkan profit dan keuntungan.
“Kami yakin bisa konsolidasi sebab tidak orang baru melainkan sudah faham seluk beluk PDAM. Kalau tak kompak maka tak bisa jalan,” pinta politisi Partai Gerindra itu.
Baca Juga: Polda NTB Gelar Tradisi Pedang Pora Lepas Irjen Pol Djoko Poerwanto
Bupati menambahkan, PDAM harus maju dan dapat distribusikan air sesuai kebutuhan masyarakat, harus cepat ambil tindakan saat ada kebocoran, diinformasikan kepada masyarakat soal kebocoran agar masyarakat tahu ada kegiatan perbaikan. Sebab kata Pathul, air yang didistribusikan adalah air yang layak untuk konsumsi. (red)
Editor: Lalu Habib Fadli





