
GerbangIndonesia, Mataram – Tren “thrifting” atau berbelanja barang bekas berkualitas semakin populer di kalangan anak muda hingga emak-emak di Indonesia, terutama dalam hal sepatu branded. Banyak pecinta fashion kini beralih ke thrifting untuk mendapatkan sepatu merek ternama seperti Nike, Adidas, Converse, Vans, Fila, dan merk berkelas lainnya dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Thrifting sepatu branded tidak hanya menjadi solusi hemat, tetapi juga dianggap sebagai gaya hidup yang ramah lingkungan. Dengan membeli barang bekas, konsumen turut mengurangi limbah tekstil dan mendukung praktik berkelanjutan.
“Saya suka thrifting karena selain harganya murah, saya merasa berkontribusi untuk mengurangi sampah fashion,” ujar Rifky, seorang mahasiswa di Mataram.
Begitu pula yang diungkapkan peserta zumba di Car Free Day Udayana, Novi Andriani. Bagi emak dua anak ini, keberadaan sepatu second branded sangat digandrungi kaum emak-emak. Terlebih bagi mereka yang sering beraktivitas di luar rumah dan zumba.
“Ketimbang beli sepatu baru, harganya sejuta sampai 3 jutaan, mending beli di sini. 200 ribuan udah dapat barang bagus,” katanya.
Pasar thrifting sepatu branded kini semakin mudah diakses melalui platform online seperti Instagram, Tokopedia, dan Shopee. Banyak penjual yang menawarkan sepatu bekas dalam kondisi masih bagus, bahkan ada yang masih orisinil dengan harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung merek dan kondisi sepatu.
Namun, para pembeli diimbau untuk tetap berhati-hati dan memastikan keaslian produk sebelum melakukan pembelian. Beberapa komunitas thrifting juga memberikan tips dan trik untuk membedakan sepatu branded asli dan palsu.
“Selalu cek detail produk, mulai dari jahitan, logo, hingga bahan yang digunakan. Tapi kadang barang original kita jual rungkad (hancur, Red). Kadang di bawa modal, yang penting barang muter,” kata Bang Abi, Owner Dream Shoes Lombok asal Kediri Lombok Barat.
Tren ini juga didukung oleh munculnya berbagai komunitas thrifting di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, bahkan di Mataram. Mereka sering mengadakan bazar untuk mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung. Acara seperti ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ajang bertukar informasi dan pengalaman tentang dunia thrifting.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Dengan semakin tingginya minat terhadap thrifting, diharapkan praktek ini dapat terus berkembang dan menjadi alternatif berbelanja yang lebih berkelanjutan di masa depan. Bagi para pecinta fashion, thrifting sepatu branded bukan sekadar tren, melainkan gaya hidup yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan dan keuangan. Bagi anda yang berminat, bisa cek langsung di Dream Shoes Lombok. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli








