GerbangIndonesia, Lombok Barat – Jaringan Ulama Muda (JARUM) NTB menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat terkait jadwal pelepasan jamaah calon haji (JCH) yang dilakukan pada Kamis dini hari, 1 Mei 2025, pukul 03.00 Wita di Bencingah Agung, Kantor Bupati Lombok Barat.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Ketua JARUM NTB, TGH. Fauzan Zakaria, Lc., M.Si., menyampaikan keprihatinannya terhadap jadwal pelepasan tersebut yang dinilai kurang memperhatikan kondisi fisik para jamaah, terlebih mereka harus menghadapi perjalanan panjang ke Arab Saudi.
“Kami memahami semangat pemerintah daerah untuk melakukan acara seremonial pelepasan jamaah hajji, tetapi pelepasan di waktu dini hari berisiko mengganggu kesehatan jamaah, terutama yang sudah lanjut usia,Apalagi setelah itu mereka harus menempuh penerbangan hingga 11 jam ke Saudi Arabia,” ujar TGH. Fauzan dalam keterangannya, Selasa (29/04/2025).
Ia menekankan, kondisi tubuh jamaah calon haji harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan teknis, mengingat ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang optimal.
“Idealnya, pelepasan dilakukan pada jam-jam yang lebih ramah bagi kesehatan, seperti pagi atau sore hari. Ini agar jamaah punya waktu istirahat cukup sebelum melakukan perjalanan udara yang panjang dan melelahkan,” tambahnya.
Lebih jauh, TGH. Fauzan mengingatkan bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan ibadah fisik dan mental yang berat. Sehingga menjaga stamina jamaah sejak keberangkatan sangat penting.
JARUM NTB pun mengimbau agar ke depan, Pemkab Lombok Barat bersama Kantor Kementerian Agama setempat bisa berkoordinasi lebih baik untuk menjadwalkan pelepasan jamaah calon haji di waktu yang lebih ideal, demi kebaikan dan kenyamanan para tamu Allah.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
“Kita semua ingin jamaah berangkat dalam kondisi sehat, kuat, dan semangat, sehingga mereka bisa menunaikan semua rangkaian ibadah haji dengan maksimal,” tutupnya. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli








