GerbangIndonesia, Mataram — Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Barat, M. Taufik, menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut disebut terjadi di wilayah Kota Mataram pada dini hari dan diduga berawal dari cekcok di sebuah angkringan coffee.

Berdasarkan keterangan Halimi, salah seorang teman korban, insiden bermula sekitar pukul 02.30 WITA. Saat itu, Taufik disebut terlibat cekcok dengan seseorang di lokasi.

Sejumlah teman korban kemudian berupaya melerai pertengkaran tersebut agar tidak semakin memanas. Namun, persoalan diduga berlanjut hingga ke area parkiran.

Di lokasi tersebut, situasi disebut semakin tegang. Halimi mengungkapkan bahwa Taufik bahkan sempat diacungi senjata api (senpi) oleh seseorang yang diduga terlibat dalam keributan.

«“Awalnya cekcok di angkringan dan sempat dilerai teman-teman. Tapi persoalan berlanjut sampai parkiran. Di sana korban sempat diacungi senjata api,” ungkap Halimi.»

Merasa berada dalam situasi yang mengancam keselamatannya, Taufik kemudian berusaha meninggalkan lokasi. Korban disebut sempat melarikan diri dan kemudian dibonceng menggunakan sepeda motor.

Namun, menurut Halimi, persoalan belum berhenti sampai di situ.

Ia menduga, terdapat pihak lain yang kemudian membuntuti korban hingga akhirnya terjadi aksi pengeroyokan.

“Korban sudah berusaha pergi, tetapi diduga masih dibuntuti sampai kemudian terjadi pengeroyokan,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas pihak-pihak yang diduga terlibat belum diketahui secara pasti. Demikian pula dengan kronologi lengkap, motif, serta dugaan penggunaan senjata api dalam peristiwa tersebut masih membutuhkan pembuktian dan pendalaman lebih lanjut dari aparat penegak hukum.

Kades Labuhan Tereng: Usut Tuntas dan Transparan

Dugaan pengeroyokan tersebut turut mendapat perhatian dari Kepala Desa Labuhan Tereng, Humaidi. Desa Labuhan Tereng diketahui merupakan daerah asal M. Taufik.

Humaidi mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang menimpa warganya. Ia meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila dugaan tersebut terbukti.

«“Kami mengecam keras tindakan pengeroyokan terhadap warga kami. Kami berharap persoalan ini segera diusut dan pelakunya dapat segera terungkap,” tegas Humaidi.»

Menurutnya, proses hukum harus dilakukan secara transparan dan profesional sehingga seluruh rangkaian peristiwa dapat diketahui secara terang, termasuk siapa saja yang terlibat dan apa motif di balik kejadian tersebut.

Dugaan adanya penggunaan senjata api juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian serius. Aparat kepolisian diharapkan dapat segera memastikan kebenaran informasi tersebut melalui pemeriksaan saksi, rekaman kamera pengawas (CCTV) apabila tersedia, serta alat bukti lainnya.

Masyarakat pun diimbau tidak mengambil kesimpulan sendiri sebelum hasil penyelidikan kepolisian keluar.

Kini publik menunggu langkah aparat untuk mengungkap secara terang kasus yang diduga bermula dari cekcok di tempat nongkrong tersebut dan berujung pada dugaan pengeroyokan.(dil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here