GerbangIndonesia, Lobar – Untuk kesekian kalinya, Kodim 1606/Mataram menggelar Serbuan Vaksin, Sabtu (7/8). Kali ini, dipusatkan di Kantor Desa Golong, Kecamatan Narmada dengan kuota vaksin mencapai 400 dosis. Selain Serbuan Vaksinasi, agenda juga dirangkai dengan mengunjungi salah satu Posko Isolasi Mandiri (Isoman) Terpadu yang disiapkan di Gedung Seni dan Budaya Lobar.
Baca Juga: 5 Kandidat Klub Baru Lionel Messi usai Hengkang dari Barcelona
Dalam agenda kali ini, dihadiri pula Brigjen TNI, Ahmad Rizal Ramdhani, Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Kapolres Lobar, AKBP Bagus Satrio Wibowo, Aisten I Agus Gunawan, Kadis Kesehatan drg. Hj. Ni Made Ambaryati, Kadis Kominfo Ahad Legiarto, Camat Narmada Busairi, Kapolsek Narmada, Kepala Puskesmas Suranadi Billia Milkan, serta Tim Tracer Kecamatan Narmada dan Nakes di Tiga Puskesmas Kecamatan Narmada.
Usai Dandim 1606/Mataram, Kolonel Arm. Gunawan sendiri berterimakasih kepada Pemkab Lobar yang sudah dengan cepat merespons dalam penyediaan rumah-rumah Isoman terpadu.
“Kepada masyarakat dan donator, saya juga ucapkan banyak terimakasih untuk kepeduliannya dalam proses penyediaan logistik untuk kebutuhuan Rumah Isolasi Terpadu ini,” kata Dandim.
Dandim juga mengimbau kepada semua masyarakat dalam mengambil andil dalam melawan Covid-19. Salah satu caranya dengan bergotong royong dalam mensupport secara psikologis kepada masyarakat dan keluarga yang terkonfirmasi untuk tidak saling menguculikan satu sama lain.
“Mari kita support keluarga, kerabat, dan sahabat kita yang terpapar Covid-19 untuk dapat memberikan perhatian agar lebih cepat sembuh. Bukan justru mengucilkan. Terlebih kita harapkan semangat kebersamaan dalam bermasyarakat harus kita tumbuhkan kembali untuk melawan Covid-19 ini agar bisa kita lalui dengan baik,” ajaknya.
Sementara Bupati Lobar menjelaskan, Rumah Isoman Terpadu di Gedung Senin dan Budata Lobar saat ini memiliki enam tempat tidur. Diharapkan fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang terkonfirmasi positif dengan gejala ringan atau tanpa gejala.
“Kepada para Camat, kepala desa sampai kepala dusun saya berpesan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19. Tentu caranya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pintanya.
Tim Tracer Kecamatan Narmada, Riry Prihasti menambahkan, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, kata Bupati, peran Tim Tracer di masing-masing desa sangat menentukan. Jika ada warga masayarakat yang sudah terkonfirmasi positif, maka Tim Tracer wajib melakukan tracing kontak (menemukan) orang-orang yang pernah kontak dengannya dalam sepekan terahir.
Baca Juga: “Konser Amal Indonesia Tangguh” Medali Olimpiade Tokyo 2020 Turut Dilelang
“Target tracing untuk satu orang kasus positif adalah lebih dari 15 orang. Setelah didata lalu dilakukan testing terhadap sasaran kontak tracing tersebut untuk mengetahui sudah terpapar atau tidaknya dengan Covid-19 yang mungkin ditularkan saat kontak dengan kasu positif tersebut. Jika ada yang terkonfirmasi positif namun tidak bergejala atau mengalami gejala ringan, maka harus melakukan isolasi selama 14 hari di Rumah Isoman Terpadu ini,” ujar Riry. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli








